Dana Belum Cair, 14 Dapur MBG di Bojonegoro Mati Suri dan Ribuan Penerima Terancam

SPPG Bojonegoro
Bupati Setyo Wahono bersama pihak terkait saat meninjau dapur salah satu SPPG di Bojonegoro beberapa waktu lalu.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi penopang pemenuhan gizi pelajar dan ibu hamil di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini tersendat dan seakan menjadi mati suri. Sebanyak 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mitra Badan Gizi Nasional (BGN) terpaksa menghentikan operasional, menyusul belum cairnya dana Bantuan Pemerintah (Banper).

‎Kondisi ini memantik keprihatinan mendalam. Pasalnya, setiap SPPG rata-rata melayani sekitar 3.000 porsi makanan per hari. Artinya, sekitar 42 ribu penerima manfaat mulai dari pelajar hingga ibu hamil kini terdampak langsung dan terancam kehilangan akses makanan bergizi yang selama ini menjadi sandaran.

‎Penghentian layanan terjadi secara bertahap. Sebagian SPPG berhenti karena masa operasional berakhir, sementara sebagian besar lainnya terpaksa tutup sementara lantaran keterbatasan biaya operasional akibat dana Banper yang belum juga turun dari BGN.

‎Sebaran SPPG yang menghentikan operasional pun hampir merata di berbagai wilayah Bojonegoro, meliputi Kecamatan Kedungadem, Baureno, Dander, Kepohbaru, Kasiman, Sumberrejo, Bojonegoro Kota, Kapas, Ngasem, Ngambon, hingga Purwosari.

‎Koordinator Wilayah SPPG Bojonegoro, Tommy Mandala Putra, membenarkan adanya penghentian sementara layanan tersebut. Saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Tommy menyatakan, bahwa kendala utama memang terletak pada belum cairnya dana Bantuan Pemerintah dari BGN.

‎“Betul pak,” jawab Tommy, membenarkan fakta pahit yang kini dihadapi para mitra pelaksana program MBG di daerah.(fin)

Berikut Daftar SPPG Mitra Mandiri BGN di Kabupaten Bojonegoro yang Menghentikan Operasionalnya:

Baca Juga :   Menu MBG Ramadan Jadi Sorotan Publik, Begini Pendapat Akademisi Unigoro

‎1. SPPG Kendung, Desa Kendung, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro. Berhenti sejak 08 Desember 2025.

‎2. SPPG Sumuragung, Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. berhenti sejak 08 Desember 2025.

‎3. SPPG Mojoranu, Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Bojonegoro. Berhenti sejak 15 Desember 2025.

‎4. SPPG Gajah, Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Berhenti sejak 15 Desember 2025.

‎5. SPPG Brangkal 2, Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro. Berhenti sejak 15 Desember 2025.

‎6. SPPG Cengkir, Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro. Berhenti sejak 15 Desember 2025.

‎7. SPPG Batokan, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro. Berhenti sejak 15 Desember 2025.

‎8. SPPG Kepoh, Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro. Berhenti sejak 15 Desember 2025.

‎9. SPPG Pejambon, Desa Pejambon, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro. Berhenti sejak 15 Desember 2025.

‎10. SPPG Karangpacar, Kelurahan Karangpacar, Kecamatan Bojonegoro, Bojonegoro. Berhenti sejak 15 Desember 2025.

‎11. SPPG Kapas, Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Berhenti sejak 15 Desember 2025.

‎12. SPPG Dukohkidul 1, Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Berhenti sejak 15 Desember 2025.

Baca Juga :   Satu Perengkek Solar Meninggal Diperjalanan

‎13. SPPG Ngambon, Desa Ngambon, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro. Berhenti sejak 15 Desember 2025.

‎14. SPPG Pelem, Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro. Operasional terhitung mulai tanggal 01 Desember 2025.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait