Percepat MBG Pesantren, Menko Pangan Zulhas Kunjungi Bojonegoro

Mengko pangan Zulhas
Menko Pangan Zulhas didampingi Wabup Nurul Azizah dan terkait saat menerima cinderamata dari Pengasuh Ponpes Al Rosyid K.H. Alamul Huda Masyhur.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (10/4/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugasnya sebagai pembantu presiden dalam mengoordinasikan sektor pangan nasional.

‎Dalam kunjungan tersebut, Menko yang karib disapa Zulhas ini didampingi sejumlah anggota DPR RI, DPRD Jatim, hingga DPRD Bojonegoro dari Partai Amanat Nasional (PAN), di antaranya Lasuri, Wachid Ansori, dan Zaenuri yang berada dalam satu rombongan.

‎Rombongan juga diiringi Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah serta Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati. Sementara Bupati Bojonegoro tidak turut hadir karena tengah mengikuti agenda evaluasi program pemerintah pusat di Surabaya.

‎Sejumlah pondok pesantren di Bojonegoro yang dikunjungi antara lain Ponpes Al Falah Pacul, Ponpes Al Rosyid di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Ponpes Al Aziz Sumbertlaseh, Ponpes Darun Najah Balen, dan Ponpes Attanwir.

‎Menko Zulhas menjelaskan, kunjungan tersebut berkaitan langsung dengan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya untuk lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Ia menyebutkan bahwa capaian MBG di sekolah umum sudah mencapai 85 persen, sementara di pesantren dan madrasah baru sekitar 15 persen.

‎“Karena itu kami buka jalur khusus untuk pondok pesantren agar program MBG bisa dipercepat,” ujarnya saat wawancara cegat di Ponpes Al Rosyid.

Baca Juga :   Terungkap Fakta Siswa SD di Bojonegoro Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG Hingga Masuk IGD RSUD Sosodoro
Menko pangan Zulhas
Menko Pangan Zulhas didampingi Wabup Nurul Azizah saat berkunjung ke Ponpes Al Falah Pacul.(arifin jauhari)

‎Dalam kunjungan itu, ia juga memastikan langsung respons para penerima manfaat MBG dengan bertanya kepada para santri. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan program agar tepat sasaran dan memberi dampak nyata.

‎Selain MBG, Menko Zulhas juga menjalankan tugas pemantauan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa dan mengentaskan kemiskinan di kalangan petani, peternak, dan nelayan.

‎Menurutnya, negara harus hadir dalam sistem ekonomi rakyat, terutama setelah Indonesia lama berada dalam sistem pasar bebas yang cenderung menguntungkan pemilik modal besar.

‎Melalui KDKMP, pemerintah mendorong terbentuknya pusat ekonomi baru di desa, yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan seperti elpiji, pupuk, dan sembako sekaligus sebagai offtaker hasil produksi masyarakat.

‎“Nanti KDKMP menyuplai SPPG, itulah yang disebut close loop economy, di situlah negara hadir,” jelasnya.

‎Tak hanya itu, dalam kapasitasnya sebagai Menko Pangan, Zulhas juga mendapat tugas menjaga stabilitas harga pangan nasional. Untuk itu, ia mulai berkeliling Indonesia hingga tiga kali dalam sepekan untuk memastikan harga tetap terkendali, bahkan jika memungkinkan dapat ditekan turun.

‎“Kami upayakan selalu ada pasar murah setiap kunjungan, meski hanya beras,” tegasnya.

‎Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, bahwa Pemkab Bojonegoro telah menindaklanjuti berbagai arahan pemerintah pusat, termasuk efisiensi anggaran melalui kebijakan hemat energi serta program ketahanan pangan.

‎Perempuan santun dan ramah ini menyebutkan, dari total 419 desa di Bojonegoro, implementasi KDKMP telah berjalan di hampir seluruh desa, dengan hanya tujuh desa yang masih terkendala persoalan lahan. Kendati, pemerintah daerah menargetkan seluruh desa sudah terealisasi pada Juni 2026.

‎Nurul Azizah melanjutkan, bahwa Pemkab Bojonegoro pun telah melaksanakan program pasar murah termasuk distribusi elpiji, serta melakukan mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang.

‎”Kami juga apresiasi anggota PAN diantaranya Pak Lasuri, Pak Wachid, Pak Zaenuri, ini telah memberikan kontribusi positif dari cita cita Bapak Presiden, maka beliau selalu mendukung kebijakan pro rakyat dalam mitigasi kemarau panjang, antara lain solusi bantuan perpipaan, pupuk dan sebagainya,” ucapnya.

‎Pengasuh Ponpes Al Rosyid, K.H. Alamul Huda Masyhur atau Gus Huda, menyambut dengan penuh apresiasi terhadap kunjungan Menko Zulhas. Ia merasa beruntung dan tersanjung. Perihal MBG, Gus Huda menyatakan terima kasih dan menegaskan MBG layak untuk diteruskan.

‎”Generasi saat ini, pada 2040 nanti pas menuju puncak Indonesia Emas, maka MBG dari pemerintah diakui para santri makin membuat mereka sehat, kalau dipakai nendang bola lebih keras, kalau anak anak gizinya kuat, semangat belajarnya kuat,” tandasnya sambil berseloroh.(fin)

Pos terkait