SuaraBanyuurip.com – Sasongko
Bojonegoro – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, resmi beroperasi, Rabu (13/5/2026). Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng sebagai simbol dimulainya layanan program makan bergizi gratis (MBG). Kegiatan ini juga dirangkai dengan sosialisasi program MBG kepada para penerima manfaat.
Hadir dalam acara, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah (Setda) Bojonegoro Kusnandaka Tjatur Prasetijo, perwakilan Kejari Bojonegoro, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ninik Susmiati, Camat Purwosari Ike Widianingrum, serta sejumlah unsur Forkopimca, kepala desa, BUMDes, dan lembaga penerima manfaat.
Kepala SPPG Sedahkidul, M. Ruli Nur Hidayat mengatakan, bahwa dapur SPPG Sedahkidul telah melibatkan 47 relawan yang terdiri dari ahli gizi, akuntan, tenaga lapangan, hingga tim pengolahan dan distribusi makanan. Menariknya, program ini juga memberdayakan dua penyandang disabilitas dalam proses pemorsian makanan.
“Alhamdulillah, dapur ini juga memberdayakan masyarakat dengan kebutuhan khusus,” ujarnya.
Distribusi perdana program MBG dijadwalkan dimulai pada 18 Mei 2026, dengan sasaran awal sebanyak 913 siswa SMP Negeri 1 Purwosari.
”Selanjutnya, distribusi akan dilakukan ke Desa Sedahkidul, Tinumpuk, Pojok, dan Purwosari,” ucapnya.

Camat Purwosari, Ike Widianingrum menyampaikan, di Kecamatan Purwosari saat ini terdapat empat SPPG yang beroperasi dengan total sasaran sekitar 9.500 penerima manfaat, meliputi pelajar hingga ibu hamil.
”Yayasan Bening Samudro dan pengurus SPPG Sedahkidul harus berkomitmen mendukung program prioritas Pak Presiden Prabowo ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bojonegoro, Ninik Susmiati, menegaskan pentingnya pelatihan penjamah makanan guna memastikan makanan yang diproduksi aman dikonsumsi.
“Kebersihan alat masak sangat penting untuk mencegah kontaminasi bakteri. Dengan pelatihan ini diharapkan seluruh pihak dapat menyiapkan makanan yang aman dan berkualitas,” katanya.
Di tempat yang sama, Asisten I Setda Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur Prasetijo menjelaskan, program SPPG menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan kesehatan masyarakat, termasuk stunting, melalui pemenuhan gizi yang tepat.
“Pak Presiden Prabowo menginginkan masyarakat Indonesia sehat melalui konsumsi makanan bergizi. Karena itu, seluruh pihak harus bekerja sama demi keberhasilan program ini,” pungkasnya.(ko)





