Meski Dipangkas, ADD Gayam dan Mojodelik Tertinggi di Bojonegoro

Lapangan migas Banyu Urip, Blok Cepu.
PENGHASIL MIGAS : Fasilitas utama pemrosesan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dikelola ExxonMobil.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Besaran alokasi dana desa (ADD) tahun 2026 untuk desa-desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dipangkas akibat dana transfer ke daerah (TKD) berkurang. Namun, Desa Mojodelik dan Gayam, Kecamatan Gayam, sebagai desa penghasil migas lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, masih tercatat sebagai desa penerima ADD terbesar di Bojonegoro.

“Keduanya merupakan desa penghasil migas Lapangan Banyu Urip, sehingga meski dipangkas alokasi dana desanya masih tertinggi,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) Bojonegoro, Machmuddin, Senin (19/1/2026).

Machmuddin menjelaskan, semula terdapat tiga desa penerima ADD tertinggi di Bojonegoro pada 2025 kemarin. Meliputi Desa Gayam sebesar Rp 2,9 miliar, Desa Mojodelik Rp 2,8 miliar, dan Begadon senilai Rp 1,3 miliar yang berada di Kecamatan Gayam.

Kemudian setelah TKD dari pemerintah pusat berkurang, ADD di tiga desa tersebut juga turun hingga 50 persen. Untuk ADD Gayam tahun 2026 menjadi Rp 1,7 miliar atau turun Rp 1,2 miliar, Desa Mojodelik Rp 1,6 miliar atau turun Rp1,14 miliar dan ADD Begadon senilai Rp 827 juta menurun Rp 524 juta.

Baca Juga :   Dana Desa Mayanggeneng Terendah di Bojonegoro, Hanya Rp244 Juta

“Namun meski turun, ADD tiga desa penghasil migas tersebut masih tertinggi di Bojonegoro,” ujar mantan Camat Ngasem itu.

Kepala Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Yuntik Rahayu mengatakan, tidak mempermasalahkan adanya pengurangan ADD. Pelayanan dan kinerja Pemdes Mojodelik tetap maksimal.

“Namun dari sisi pembangunan infrastruktur serta sektor lainnya di Mojodelik pasti terdampak adanya efisiensi itu,” jelasnya.

Sebab alokasi dana desa berkurang hingga 50 persen. Dari Rp 2,8 miliar ADD tahun ini, menjadi Rp 1,6 miliar tahun 2026 atau menurun sekitar Rp 1,14 miliar.

“Kami tidak terpaku pada transfer pemerintah pusat. Karena pemdes tujuannya mengabdi kepada masyarakat untuk kemajuan desa,” jelasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait