Dana Desa Mayanggeneng Terendah di Bojonegoro, Hanya Rp244 Juta

Kepala DPMD Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin.
Kepala DPMD Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada tahun 2026 mengalami penurunan. Salah satu desa yang terdampak signifikan adalah Desa Mayanggeneng, Kecamatan Kalitidu, yang tercatat menerima DD terendah se-Bojonegoro, yakni sebesar Rp244 juta.

‎Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin, menjelaskan, bahwa penurunan tersebut bukan semata-mata pemangkasan anggaran, melainkan akibat perubahan skema penyaluran dari pemerintah pusat.

“Sebetulnya bukan pemangkasan, tetapi ada perubahan mekanisme. Sebagian Dana Desa kini dialihkan untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP),” ujar Machmuddin kepada Surabanyuurip.com, Minggu (11/1/2026).

‎Mantan Camat Ngasem ini menyebutkan, pada tahun 2026 Kabupaten Bojonegoro menerima alokasi DD sebesar Rp259 miliar, turun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp397 miliar. Dari total 419 desa di Bojonegoro, sebanyak 111 desa menerima alokasi DD tertinggi, yakni masing-masing sebesar Rp373 juta, salah satunya Desa Campurejo, Kecamatan Kota.

‎“Sementara alokasi terendah diterima Desa Mayanggeneng, Kecamatan Kalitidu, sebesar Rp244 juta,” tambahnya.

Baca Juga :   Dua Desa di Bojonegoro Belum Cairkan ADD Tahap Satu

Sementara itu, Kepala Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Amik Rohadi, mengungkapkan, bahwa desanya juga mengalami penurunan Dana Desa yang cukup drastis. Pada tahun 2026, Desa Sukowati hanya menerima Dana Desa sebesar Rp319 juta, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp881 juta.

‎“Pengurangan ini tentu berdampak pada sejumlah sektor pembangunan desa. Meski demikian, kami tetap patuh dan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat,” pungkasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait