SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Surabaya — Keandalan pasokan gas bumi di Jawa Timur selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dipastikan tetap terjaga. Kepastian ini ditegaskan melalui monitoring lapangan yang dilakukan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ke sejumlah pelanggan strategis dan fasilitas offtake station PGN.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, melaksanakan agenda tersebut bersama Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana, Direktur Teknik dan Operasi Pertagas Agung Indri Pramantyo, serta General Manager PGN SOR III Hedi Hedianto.
Fokus utama monitoring lapangan adalah memastikan kontinuitas, keandalan, dan keamanan distribusi gas bumi bagi sektor layanan publik dan industri strategis selama periode libur panjang.
“Selama Nataru, suplai gas bumi berada dalam kondisi sangat aman dan tidak mengalami kendala operasional,” kata Wahyudi Anas dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com, Selasa (30/2/2025).
Menurutnya, kapasitas pasokan mencukupi kebutuhan pelanggan, sistem distribusi berjalan normal, dan sektor kelistrikan tetap stabil—indikator kunci keandalan layanan energi.
Salah satu lokasi termonitor, adalah Rumah Sakit William Booth Surabaya, pengguna gas bumi sejak 1998. Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa selama lebih dari dua dekade pemanfaatan gas bumi, tidak pernah terjadi gangguan pasokan.
Selain andal, gas bumi juga memberikan efisiensi biaya hingga sekitar 53 persen, memperkuat alasan ketergantungan fasilitas layanan publik pada energi yang stabil.
Monitoring juga dilakukan ke PT Indospring Tbk di Gresik, pelanggan industri dengan konsumsi sekitar 1,2 juta standar kaki kubik per bulan. Pengembangan kawasan dan rencana penambahan pabrik baru menunjukkan pentingnya pasokan gas yang berkelanjutan dan berdaya saing untuk mendukung ekspansi industri.
”Monitoring ini menegaskan peran masing-masing pemangku kepentingan (regulator, operator pipa transmisi, dan badan usaha niaga) dalam menjaga kontinuitas penyaluran gas agar tidak terjadi gangguan, terutama saat beban layanan meningkat,” tegas Wahyudi Anas.
Dengan sinergi regulator dan operator, keandalan gas bumi selama libur Nataru 2025/2026 tidak hanya terjaga, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi layanan publik dan pertumbuhan industri di Jawa Timur.
Dari sisi operator niaga, Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana menyampaikan, bahwa PGN telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru sejak November hingga 11 Januari.
Tiga strategi utama dijalankan: keandalan infrastruktur, pemenuhan kontrak pasok, dan reliability strategy, termasuk penyediaan pasokan alternatif beyond pipeline seperti CNG.
Sementara itu, General Manager PGN SOR III, Hedi Hedianto menjelaskan, bahwa realisasi penyaluran gas selama Nataru di wilayah SOR III mencapai 236–241 BBTUD, dengan porsi terbesar untuk pembangkit listrik di Tambak Lorok, Gresik, dan Batang.
“Layanan gas bumi di SOR III kami pastikan berjalan optimal agar seluruh pelanggan tetap aman dan andal selama Nataru,” ujarnya.(fin)
BPH Migas–PGN Pastikan Keandalan Gas Bumi Selama Libur Nataru 2026






