Wabup Nurul Azizah Pasang Langsung Stiker Keluarga Miskin di Bendo Kapas

Wabup Nurul Azizah
Wabup Nurul Azizah didampingi pihak terkait foto bersama Nenek Suntinah warga Desa Bendo, Kecamatan Kapas, usai pasang stiker keluarga miskin.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Khawatir salah sasaran, Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Jawa Timur, Nurul Azizah, memasang langsung stiker penanda keluarga miskin di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Selasa (6/1/2026) siang. Stiker berwarna biru yang ditempel di rumah-rumah keluarga miskin itu sebagai penanda penerima bantuan pemerintah.

‎Wabup Nurul Azizah menyampaikan, selain menempel stiker bertulis keluarga miskin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro juga menempelkan jenis bantuan yang bisa diterima warga.

‎”Tadi kami menempel langsung di tiga rumah warga miskin. Ternyata datanya cocok, karena penghuni rumah benar-benar kurang mampu, ada yang nenek sebatang kara hingga warga disabilitas,” jelasnya kepada Suarabanyuurip.com.

‎Dia mengatakan, penentuan keluarga miskin ini ditentukan pemerintah desa, yang kemudian direkap menjadi data kemiskinan daerah (damisda). Damisda ini juga setiap enam bulan sekali dilakukan evaluasi untuk mencocokkan dengan sasaran penerima.

‎”Dan tadi data sesuai dan tepat sasaran. Warga saat saya tanya juga menerima bantuan pemkab, salah satunya bantuan RTLH,” kata Wabup Nurul.

Baca Juga :   Realisasi Pendapatan Bojonegoro 2019 di Bawah Target
Wabup Nurul Azizah
Wabub Nurul Azizah didampingi pihak terkait saat pasang stiker keluarga miskin di rumah Nenek Suntinah.

‎Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardianto menjelaskan, di Desa Bendo bersama Wabup Nurul Azizah, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro menempel langsung stiker keluarga miskin di rumah penerima bantuan pemerintah.

‎”Salah satunya di rumah Nenek Suntinah, beliau menerima lima jenis bantuan dari Pemkab Bojonegoro. Diantaranya BPJS, bansos kemiskinan serta bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dan lainnya,” ujarnya.

‎Menurut dia, pemasangan stiker ini juga merupakan verifikasi dan validasi bagi penerima, sehingga kedepan apabila terjadi perbedaan data akan dievaluasi.

‎”Kami berharap dengan itu, bantuan yang tepat sasaran bisa tercapai,” kata Agus.

‎Salah satu warga miskin, Suntinah mengaku, bersyukur mendapat bantuan dari Pemkab Bojonegoro. Namun ia berharap ada yang mewakili saat menerima bantuan, karena kondisi tubuh sudah tua.

‎”Kalau ada bantuan, ada yang ngambil atau mewakili,” katanya.(jk)

Pos terkait