SuaraBanyuurip.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar CEO Forum untuk mengoptimalkan lifting minyak 2026. Presiden ExxonMobil Indonesia Wade Floyd berharap pemerintah mendukung penyelesaian proses perizinan untuk pengembangan proyek Banyu Urip, Blok Cepu, kedepan.
“Kami berharap dapat berkolaborasi untuk memastikan ExxonMobil dapat memperoleh perizinan secepatnya, agar peningkatan produksi juga lebih cepat,” ujar Wade saat dialog dalam CEO Forum awal 2026 di Jakarta.
Wade menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Pemerintah, sehingga produksi lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu dapat mencapai 150 ribu barel per hari (bph).
Senada disampaikan Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) Kathy Wu. Ia menyampaikan harapannya agar menjaga konsitensi serta komitmen dalam menjalankan regulasi terkait minyak dan gas bumi di Indonesia, supaya proyek yang berjalan dapat dieksekusi dengan baik.
Kathy juga menyampaikan dukungannya dalam mencapai target Astacita Pemerintah di sektor energi.
“Ketika proyek memasuki tahap operasi, sangat penting bahwa peraturan dan regulasi Pemerintah tetap sama, karena itu akan melindungi operasional proyek, sehingga dapat memiliki ruang dan fokus pada pelaksanaan. Kami akan terus mendukung Pemerintah untuk mewujudkan Astacita pada sektor energi,” tutur Kathy.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, CEO Forum awal 2026 bersama petinggi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hulu migas ini untuk mengoptimalkan capaian serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian kinerja industri hulu minyak dan gas bumi (migas).
Bahlil mengapresiasi kinerja optimal KKKS yang telah berupaya mengoptimalkan produksi migas hingga mencapai target lifting minyak bumi 605 ribu barel per hari pada 2025 lalu.
“Bapak Ibu Pimpinan daripada KKKS dan seluruh pasukannya, kalian adalah pahlawan lifting untuk tahun 2025. Saya atas nama Pemerintah, menyampaikan terima kasih kepada semua KKKS, atas kontribusinya, atas kerja kerasnya, dalam mencapai target lifting kita di tahun 2025 sebesar 605,300 ribu barel per day,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya dikutip dari laman Kementerian ESDM, Sabtu (31/1/2026).
Forum CEO 2026 berlangsung dinamis karena dibuka dialog. Diskusi dan komunikasi dua arah antara Pemerintah selaku regulator, dengan KKKS sebagai eksekutor, sebagai wujud tercapainya harmonisasi, sehingga lifting migas dapat tercapai.
“KKKS berperan di depan, dan Pemerintah mempunyai kepentingan besar terhadap bagaimana meningkatkan lifting. KKKS adalah eksekutor di lapangan, kami regulator. Nah, bagaimana ini kita tune-kan menjadi satu Sehingga iramanya bisa berjalan,” tutur Bahlil.
Bahlil menegaskan, Kementerian ESDM, bersama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), akan terus mendampingi KKKS dalam mengoptimalkan kinerja, demi mencapai target lifting. Kementerian ESDM akan memastikan regulasi berjalan sebagaimana mestinya, juga meringkas birokrasi, serta mengawal percepatan perizinan, terutama yang melibatkan Kementerian/Lembaga lain.
Bahlil berharap kolaborasi dan kerja sama antara Pemerintah dan KKKS dapat terus berjalan baik, supaya lifting migas terus meningkat dan mencapai target, terutama untuk tahun 2026 ini sebesar 610 ribu barel per hari.
“Terima kasih atas masukan Bapak Ibu semua, dan saya mohon bantuan untuk kita berkolaborasi terus dalam rangka meningkatkan lifting dan tugas-tugas kita ke depan di tahun 2026,” tutup Bahlil.
Kedung Keris Blok Cepu Bisa Tambah 16 Ribu Bph

Lapangan minyak Kedung Keris (KDK) Blok Cepu di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan dikembangkan. Dari pengembangan tersebut diharapkan dapat menambah produksi 16 ribu barel per hari (bph).
“Untuk Kedung Keris, ini ada Presiden ExxonMobil, ya akan segera kita kembangkan untuk dilakukan pengeboran. Dan insyallah itu akan mendapat produksi juga lebih kurang 16 ribu barel per day untuk beberapa tahun kedepan,” kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjawab pertanyaan suarabanyuurip.com saat mendamping Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menghadiri peresmian peningkatan produksi minyak lapangan Banyu Urip, Blok Cepu sebesar 30 ribu barel per hari (bph) di Kabupaten Bojonegoro, Kamis 26 Juni 2025 lalu.
Ditanya akan ada penambahan berapa sumur di lapangan Kedung Keris, Djoko Siswanto kemudian bertanya kepada Presiden ExxonMobil Indonesia Wade Floyd yang berdiri disampingnya.
“Ya, satu sumur 15 ribu barel per day,” kata Djoko menerjemahkan pernyataan Wade Floyd yang menggunakan Bahasa Inggris.
Ada tiga lapangan di wilayah kerja pertambangan (WKP) Cepu yang segera dikembangkan. Yakni Kedung Keris West (Barat) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu; lapangan gas Alas Tuwo West di Desa/Kecamatan Ngasem; dan lapangan gas Cendana di Desa Cendono, Kecamatan Padangan.
Total investasi untuk pengembangan tiga lapangan migas itu mencapai US$ 472,2 juta atau sekitar Rp 7,15 triliun. Untuk West Kedung Keris akan dikembangkan periode 2025-2027 dengan nilai investasi US$ 48 juta. Sedangkan lapangan gas Cendana investasinya mencapai US$ 170,3 juta, dan investasi lapangan gas Alas Tua West sebesar US$ 253,9 juta.
Sebagai informasi, lapangan minyak Kedung Keris Blok Cepu ditemukan pada medio 2011, dan encana pengembangan (plan of development/PoD) disetujui pada medio 2016.
Lokasi lapangan minyak Kedung Keris berada 15 kilometer (Km) sebelah timur lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu. Total investasi proyek Kedung Keris mencapai USD100 juta. Eksplorasi sumur Kedung Keris dilakukan di daratan hingga kedalaman 7.032 kaki (2.143 meter). Sumur ini bersinggungan dengan lapisan minyak setebal 561 kaki (171 meter) di zona karbonat sasaran.
Lapangan Kedung Keris mulai produksi perdana pada 17 Desember 2019. Cadangan awal minyak Lapangan Kedung Keris bisa diproduksi hingga 20 juta barel.
Namun, kontrak ExxonMobil di WKP Blok Cepu akan habis pada 2035, dan sesuai aturan pengajuan perpanjangan kontrak bisa dilakukan paling cepat 10 tahun atau paling lambat 2 tahun sebelum kontrak habis.(red)




