SuaraBanyuurip.com – Petani tiga desa di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur merasa diuntungkan dengan keberadaan lapangan minyak Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Mereka bisa memanfaatkan akses jalan menuju lapangan minyak Kedung Keris untuk aktivitas bertani setiap hari dan mobilisasi hasil pertanian.
Petani tiga desa tersebut berasal dari Desa Sukoharjo, Leran dan Ngujo.
“Sejak adanya jalan ini petani semakin mudah pergi ke sawah dan mengangkut hasil pertanian,” kata Syahroni, (48), petani Desa Ngujo kepada suarabanyuurip.com, Jumat (10/4/2026).
Akses jalan menuju lapangan minyak Kedung Keris sepanjang sekitar 3 Kilometer (Km) dari jalan Dusun Kalipang, Desa Leran. Jalan tersebut berupa makadam. Jalan ini merupakan akses utama menuju lapangan minyak yang rencananya akan dikembangkan itu.
Adanya jalan menuju lapangan minyak Kedung Keris ini petani bisa menekan biaya produksi. Seperti ongkos mengangkut pupuk dan hasil panen.
“Sebelum adanya jalan ini petani harus bayar orang memikul pupuk dan hasil panen dari jalan Kalipang,” ungkap Roni, panggilan akrabnya.
“Dulu nggak ada yang lirik tanah di sini. Dijual nggak ada yang mau,” lanjutnya.
Menurut Roni, jalan menuju lapangan minyak Kedung Keris telah dibebaskan dan dibangun EMCL. Namun, perusahaan memberi kebebasan kepada petani untuk memanfaatkannya.
“Bahkan kalau rusak perusahaan langsung memperbaikinya,” ucap petani yang memiliki lahan setengah hektar di sebelah barat tapak sumur Kedung Keris itu.

Selain itu, lanjut Roni, EMCL juga memberi kebebasan kepada petani untuk menggarap tanah yang sudah dibebaskan sebagai daerah penyangga lapangan Kedung Keris. Dengan catatan, petani tidak boleh mencabut patok sebagai tanda batas tanah.
“Perusahaan juga responnya cepat. Saya pernah mengeluhkan lampu penerangan pinggir pagar agar jangan di arahkan ke lahan persawahan dan warnanya diganti kuning biar tidak ganggu tanaman. Itu langsung ditindaklanjuti,” pungkas Roni.
Senada disampaikan Sutikno, petani lainnya. Menurutnya keberadaan lapangan minyak Kedung Keris telah banyak memberi manfaat bagi petani sekitar. Baik petani Desa Sukoharjo, Leran dan Ngujo.
“Petani di sini juga sering dibantu obat tikus oleh perusahaan. Jadi kami sangat terbantu sekali dengan adanya lapangan minyak Kedung Keris di sini,” sambung petani Desa Leran itu.
Kehadiran EMCL mengelola lapangan Kedung Keris juga telah memberi kontribusi besar terhadap pembangunan di Desa Leran. Salah satunya melalui program pengaspalan jalan Dusun Kalipang sepanjang 840 meter dengan lebar 4 meter pada 2022 lalu.
“Aktivitas warga maupun petani semakin lancar, karena jalan ini menghubungkan dengan dusun dan desa lain,” tambah Tri warga setempat.(red)



