Program Gayatri Bojonegoro Klaim Berhasil, Tingkat Keberhasilan Capai 90 Persen

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.(sam)

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro — Program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, yakni Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), kini telah berjalan satu tahun. Program pengentasan kemiskinan ini dinilai cukup berhasil dan akan terus mendapatkan pendampingan berkelanjutan.

‎“Program Gayatri dalam membangun kemandirian keluarga cukup berhasil dan akan terus dilakukan pendampingan,” ujar Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono kepada Suarabanyuurip.com, dalam wawancara usai pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Bojonegoro yang digelar di objek wisata Kayangan Api, beberapa waktu lalu.

‎Menurut Setyo Wahono, berdasarkan sejumlah survei, tingkat keberhasilan program Gayatri mencapai sekitar 90 persen, dengan tingkat produktivitas penerima manfaat mencapai 95 persen. Keberhasilan tersebut bahkan menarik perhatian daerah lain.

‎“Kami mendengar beberapa provinsi dan kabupaten di Indonesia telah mengikuti program kemandirian ini,” imbuhnya.

‎Disinggung terkait alat ukur keberhasilan program, Bupati Wahono menjelaskan, terdapat beberapa indikator utama. Pertama, peningkatan kesejahteraan penerima manfaat yang ditandai dengan naiknya status ekonomi dari desil 1 ke desil 2. Kedua, terbentuknya pola pikir (mindset) kemandirian pada keluarga penerima program.

‎Selain itu, tingkat produktivitas penerima manfaat mencapai 95 persen, sementara tingkat keberhasilan program berada di angka 90 persen, dengan margin eror sekitar 10 persen.

‎“Artinya, kita tidak hanya membangun mindset kemandirian, tetapi juga ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pasar telur sangat terbuka. Harapannya, dengan keberhasilan ini, tidak hanya angka kemiskinan yang menurun, tetapi juga angka stunting,” pungkasnya.

‎Diberitakan sebelumnya, Pemkab Bojonegoro, kembali mengalokasikan anggaran Rp74 miliar untuk program Gayatri di 2026. Program pengentasan kemiskinan tersebut menyasar 4.400 keluarga penerima manfaat (KPM) tersebar di wilayah Bojonegoro.

‎Pemkab Bojonegoro sebelumnya juga telah menganggarkan program Gayatri sebesar Rp8,9 miliar di APBD induk 2025 untuk 400 KPM yang tersebar di 10 desa di 5 kecamatan. Juga Rp86,7 miliar di P-APBD 2025 untuk 5.000 KPM.(sam)

Pos terkait