Wakil Ketua DPRD Jatim Sowan di Bojonegoro ‎

Sri Wahyuni
SOWAN : Wakil Ketua IV DPRD Jatim, Sri Wahyuni membuka sosialiasi menghadirkan dua narasumber, H. Sujono (kiri) dan H. Sukur Priyanto (dua dari kiri).(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim), Sri Wahyuni, menggelar sosialisasi di Jalan Veteran, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (8/3/2026). Agenda Sowan (Sosialisasi Dewan) mengambil tema “Membumikan Toleransi, Merawat Kebhinekaan, Memperkokoh Persatuan”.

‎Sowan adalah program resmi DPRD Jatim yang menjadi ruang bagi wakil rakyat untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Setiap anggota dewan memiliki jatah kegiatan sosialisasi yang pelaksanaannya dapat diajukan dan dikoordinasikan melalui kelompok masyarakat (Pokmas) sebagai tim pelaksana.

‎Kegiatan Sowan kali ini diajukan dan diselenggarakan oleh Pokmas Mulya Abadi, Kecamatan Kapas. Dua narasumber dari legislator Bojonegoro menjadi pemateri acara. Yakni H. Sujono dan H. Sukur Priyanto. Selain anggota pokmas, sejumlah tokoh masyarakat pada daerah pemilihan (Dapil) Bojonegoro I dan II hadir mengikuti perhelatan.

‎Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Sri Wahyuni menekankan bahwa nilai toleransi dan kebhinekaan merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia sebagai negara yang kaya akan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa membutuhkan komitmen bersama untuk terus menjaga harmoni di tengah perbedaan.

‎”Melalui kegiatan sosialisasi ini saya berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga toleransi dan kebhinekaan sebagai modal utama dalam memperkokoh persatuan bangsa,” kata Sri Wahyuni.

‎Sementara H. Sukur Priyanto memaparkan, bahwa toleransi bukan hanya sebatas slogan, melainkan harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari di tengah masyarakat. Menurutnya, saling menghormati dan menghargai perbedaan menjadi kunci agar kehidupan sosial tetap rukun dan damai.

‎Pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demorkat Bojonegoro ini mengajak masyarakat untuk merawat semangat kebhinekaan yang telah menjadi identitas bangsa Indonesia sejak lama. Kebhinekaan, kata dia, bukanlah hal yang memecah belah, melainkan kekuatan yang dapat memperkaya kehidupan bermasyarakat jika dikelola dengan baik.

‎Pak Sukur, begitu ia karib disapa, menegaskan, bahwa persatuan bangsa harus terus diperkuat, terutama di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan informasi di era digital yang kerap memicu kesalahpahaman di masyarakat.

‎”Oleh karena itu, masyarakat diharapkan bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi serta tetap mengedepankan nilai-nilai kebersamaan,” tegasnya.

‎Sedangkan H. Sujono menyampaikan, bahwa bangsa Indonesia terdiri dari beragam latar belakang. Suku, agama, ras, aliran kepercayaan. Mengenai keragaman ini, ada dua perspektif disampaikan oleh Sujono, yakni secara agama dan negara.

‎Untuk itu Sujono mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga kerukunan serta menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan saling menghargai.

‎“Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. Dengan membumikan toleransi dan merawat kebhinekaan, kita dapat terus memperkokoh persatuan demi kemajuan bangsa,” tandasnya.(fin)

Pos terkait