281 Warga Sekitar Migas Blok Cepu Terima Bansos

Warga Blok Cepu Terima Bansos.
Camat Gayam Erna Zulaikah foto bersama penerima bansos dari 12 desa usai penyaluran di pendapa kecamatan.(dok.pemkab bjn)

SuaraBanyuurip.com – Sebanyak 281 penerima manfaat dari 12 desa sekitar lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menerima bantuan sosial (bansos). Penerima manfaat diperuntukkan bagi orang dengan sakit kronis, penyandang cacat berat, lansia tunggal, lansia sebatang kara, serta penyandang disabilitas.

Penyaluran bansos dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dilaksanakan Senin (16/03/2026) di Pendapa Kecamatan Gayam. Bansos diterimakan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

“Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan,” kata Camat Gayam Erna Zulaikah.

Antusias penerima bantuan sangat tinggi. Penerima manfaat datang pukul 07.30 WIB yang seharusnya dijadwalkan pukul 08.30 WIB.

Penyaluran bantuan sosial dilakukan secara tertib dengan melibatkan petugas dan tenaga Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoo yang bertugas melakukan registrasi serta verifikasi data penerima manfaat sebelum bantuan diserahkan. Hal ini dilakukan guna memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran sesuai dengan data yang telah ditetapkan.

“Diharapkan bansos ini dapat membantu meringankan beban para penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari dan membantu perputaran roda ekonomi,” pungkas Erna.

Baca Juga :   Sidak Pasar di Bogor, Wamendag: Harga Bapok Secara Umum Aman dan Stabil

Gelontorkan Rp 14,5 Miliar

Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Sosial sedang menyalurkan bansos untuk ribuan keluarga rentan di delapan (8) sasaran kriteria penerima manfaat. Total anggaran yang diterimakan kepada penerima manfaat per Maret 2026 mencapai Rp 14,15 miliar yang bersumber dari APBD Bojonegoro.

Pemkab Bojonegoro salurkan bansos.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo menyalurkan bansos kepada penerima manfaat di Pendapa Kecamatan Kasiman.

Adapun jenis bansos yang disalurkan meliputi bantuan Ssosial anak yatim, anak piatu dan anak yatim piatu terlantar non panti dengan sasaran 3.006 anak. Setiap anak mendapatkan bantuan tunia sebesar Rp 1.500.000, dengan total anggaran mencapai Rp 4,509 miliar.

Kemudian, bantuan sosial penyandang cacat berat dengan sasaran 1.644 orang. Setiap orang menerima bantuan tunai Rp 1.500.000, dengan total anggaran Rp 2,496 miliar.

Selanjutnya, bantuan sosial penyakit kronis dengan sasaran 1729 orang. Setiap orang mendapat Rp 1.500.000, dengan total anggaran Rp 2,593 miliar.

Bantuan sosial eks orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sebanyak 263 orang. Setiap orang menerima Rp 1.500.000, dengan total anggaran Rp 394,5 juta. Bantuan sosial disabilitas produktif sebanyak 34 orang. Setiap orang menerima Rp 2.000.000, dengan total anggaran Rp. 68 juta

Baca Juga :   Pertamina Santuni 844 Anak Yatim

Juga, bantuan sosial korban tindak kekerasan sebanyak 18 orang. Setiap penerima mendapat Rp. 1.500.000, dengan total anggaran Rp 27 juta. Bantuan sosial keluarga anak terlantar sebanyak 19 orang. Setiap orang menerima Rp 1.500.000, dengan total anggaran Rp. 28,5 juta.

Serta bantuan sosial lansia tunggal, lansia sebatang kara dan penyandang disabilitas sebanyak 6739 orang. Setiap orang menerima bantuan tunai sebesar Rp 900.000, dengan total anggaran Rp. 4,043 miliar.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo menjelaskan, penerima bantuan sosial telah dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tujuannya agar bantuan ini tepat sasaran.

“Bantuan ini kita salurkan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Total Rp 14,15 miliar yang cair di Maret dan jika masih ada yang belum terkaver akan ada pencairan tahap selanjutnya di P-APBD,” jelasnya.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menambahkan, pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan masyarakat utamanya keluarga rentan mendapat perhatian dan perlindungan sosial.

“Maka inilah peran penting kepala desa memberikan data yang akurat agar tepat sasaran,” tegasnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait