Pemuda Sudu Tak Butuh Pekerjaan di Proyek Kilang Mini LNG Bojonegoro

Kilang mini LNG Bojonegoro.
Beberapa pekerja sedang membangun akses jalan untuk pengurukan lokasi kilang mini LNG di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com – Kilang mini Liquefied Natural Gas (LNG) segera dibangun di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pembebasan lahan telah tuntas dilakukan. Anehnya, pemuda Sudu tidak berharap pekerjaan dari adanya proyek kilang mini LNG tersebut.

“Maaf mas nggak ada harapan dan keinginan,” tegas Ketua Karang Taruna Desa Sudu, Nur Cahyo kepada suarabanyuurip.com saat ditanya harapan pemuda jika ada kilang mini LNG di desanya, Kamis (23/4/2025).

Pernyataan Nur Cahyo tersebut seakan menyiratkan kekecewaan terhadap proyek-proyek yang pernah berlangsung di desanya, karena tidak mempekerjakan pemuda Sudu secara maksimal.

Rencana pembangunan kilang mini LNG ini bukan pertama kali ini menjadi proyek migas di Desa Sudu. Sebelumnya di desa ini pernah berlangsung proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procurement and Construction/EPC) Banyu Urip, Blok Cepu.

Termasuk pembangunan fasilitas pompa dan pipa air dari sungai Bengawan Solo di Desa Sudu ke waduk untuk kebutuhan injeksi produksi minyak Banyu Urip, proyek pipanisasi gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), serta pipaninasi gas Gresik-Semarang (Gresem).

Baca Juga :   Paguyuban Kades Ring 1 Blok Cepu Persilahkan Sudu Tidak Bergabung

“Semua sama, Mas,” tandas Nur Cahyo.

Kilang mini LNG rencananya akan memanfaatkan gas dari lapangan J-TB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Lokasinya berada di pinggir jalan Raya Bojonegoro-Padangan, turut Desa Sudu. Tidak jauh dari fasilitas gas mettering JTB di desa setempat yang berada di sebelah timurnya jalan layang (flyover) Banyu Urip, Blok Cepu.

Pembebasan lahan untuk pembangunan kilang mini LNG telah selesai dilakukan. Luasnya sekitar 1,7 hektar (ha).

Kepala Desa Sudu, Abdul Manan membenarkan jika di wilayahnya akan dibangun sebuah pabrik, dan pembebasan lahan telah selesai dilakukan. Namun perusahaan yang akan membangun pabrik belum ada koordinasi dengan pemerintah desa.

“Sampai hari ini belum ada yang kesini. Kemarin hanya ketemu orang yang membebaskan lahan,” ujarnya.

Manan berharap jika lahan yang sudah dibebaskan itu nantinya untuk pembangunan kilang mini LNG agar perusahaan memaksimalkan sumber daya lokal. Baik dalam perekrutan tenaga kerja, maupun pemberian peluang usaha bagi warga Sudu.

“Kalau pemuda di sini banyak diperkerjakan tentu akan mengurangi pengangguran. Masyarakat juga bisa menangkap peluang usaha lainnya,” tutur kepala desa dua periode itu.

Baca Juga :   EMCL dan Fospora Resmikan Program Infrastruktur di Bojonegoro dan Tuban

Manan juga meminta perusahaan memberikan sosialisasi kepada masyarakat sebelum proyek dimulai. Agar masyarakat bisa mengetahui risiko, peluang kerja dan usaha yang dibutuhkan.

“Sehingga proyek ini benar-benar memberikan manfaat bagi warga lokal Sudu,” pungkasnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait