SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Seorang bocah jenius asal Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Daffa Ardian Pratama, mencuri perhatian saat tampil di acara Pagi-Pagi Ambyar di stasiun televisi swasta nasional, Trans TV, Jakarta.
Program yang dipandu Dewi Perssik, Nassar, Caren Delano, dan Rian Ibram itu menghadirkan Daffa sebagai bintang tamu yang memamerkan kecerdasannya di bidang teknologi.
Daffa hadir didampingi ayahnya, Andik Sujianto. Dalam sesi tanya jawab, Rian Ibram menguji kemampuan Daffa dengan sejumlah pertanyaan teknis, mulai dari penjelasan tentang motherboard laptop hingga pengalaman membuat alat sederhana.
Dengan percaya diri, Daffa menjelaskan berbagai hal yang pernah ia kerjakan, di antaranya membuat sapu elektrik, merancang sepeda listrik, hingga melakukan upgrade gulungan dinamo.
Dalam sesi live, ia juga membawa dinamo DC dan motherboard bekas laptop, lalu diminta menjelaskan komponen-komponennya secara langsung.
Pertanyaan kemudian berlanjut ke topik yang lebih kompleks. Rian Ibram menanyakan apa yang akan terjadi jika bumi berhenti berputar selama satu menit. Daffa menjawab spontan bahwa manusia bisa “terlempar ke arah timur dengan kecepatan rotasi bumi karena efek momentum.”
Ia juga mampu menjawab pertanyaan lain, seperti fungsi magnet bumi yang menurutnya melindungi manusia dari radiasi matahari, serta menjelaskan perbedaan fisika klasik dan fisika kuantum.
“Kalau di fisika klasik, benda yang dilempar ke tembok akan memantul. Tapi di fisika kuantum, benda bisa menembus penghalang,” ujarnya.

Jawaban-jawaban tersebut langsung disambut riuh tepuk tangan penonton di studio. Para host pun tampak terhibur sekaligus kagum, bahkan Rian Ibram sempat memperagakan gestur jenaka menanggapi penjelasan Daffa yang lancar.
Penampilan Daffa di panggung nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bojonegoro, khususnya warga Desa Growok, Kecamatan Dander.
“Sejak pagi sudah ditunggu banyak orang,” ujar Budi, salah satu tetangga Daffa.
“Saya juga ikut nonton barengan sama tetangga,” tutur Dewi Safitri secara terpisah di Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander.
Bahkan, saat tayangan tersebut disiarkan pada Jumat (24/4/2026), guru Daffa menggelar nonton bareng menggunakan layar LED besar. Menunjukkan antusiasme tinggi dari lingkungan sekolah.
”Iya kemarin nonton bareng,” beber Marita Karunia, salah satu guru Daffa di SDN 1 Dander.
Meski tidak banyak mengenal dunia hiburan, Andik Sujianto mengaku, tidak menyangka akan berada satu perjalanan dengan para artis. Ia baru menyadarinya saat sudah berada di lokasi.
Pria berprofesi jasa jog mobil ini mengungkapkan, sempat satu penginapan dan berangkat bersama Ati Kodong, penyanyi jebolan D’Academy 1 yang meraih juara dua dan satu angkatan dengan Lesty Kejora. Tetapi ia saat itu tidak tahu bersama siapa.
“Kami berangkat pagi dari hotel, dijemput driver Trans TV. Kebetulan satu penginapan dengan Ati Kodong dan berangkat bersama ke studio. Tahunya baru pas di studio,” ungkapnya.
Andik menambahkan, dirinya berangkat bersama Daffa menggunakan kereta api pada Kamis (23/4) dan kembali ke rumah pada Sabtu dini hari (25/4/2026).
“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Tapi yang paling penting saat ini kami ingin memberikan yang terbaik untuk Daffa, baik dari pola asuh maupun pendidikannya,” tutup Andik.(fin)




