Kapolres Bojonegoro Kunjungi Bocah Jenius, Hadiahkan Laptop Baru

Anak jenius
ANTUSIAS: Hadiah laptop baru dari Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi langsung menyita perhatian Daffa Ardian Pratama.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bojonegoro, Polda Jawa Timur (Jatim), AKBP Afrian Satya Permadi, menunjukkan perhatian dan kepedulian kepada bocah jenius asal Desa Growok, Kecamatan Dander, Daffa Ardian Pratama, Sabtu (11/4/2026).

‎Kunjungan orang nomor satu di markas Polres Bojonegoro ke kediaman pasangan suami istri Andik Sujianto dan Lusy Ardiana, orang tua Daffa, tidak dengan tangan kosong. Tetapi membawa hadian berupa satu unit laptop kepada Daffa.

‎Kedatangan AKBP Afrian Satya Permadi didampingi Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Bojonegoro Ny. Dita Afrian. Turut menyambut di kediaman tuan rumah, yakni Camat Dander, Teguh Wibowo, Forkopimca Dander, serta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Anwar Mukhtadlo dan jajaran.

‎Saat rombongan tiba, Daffa sedang asyik mengutak atik satu unit personal computer (PC). Interaksi antara Daffa dan Kapolres Bojonegoro serta merta terjadi. Beberapa tanya jawab saling menyambung antar kedua manusia beda generasi ini.

‎Meski sibuk dengan PC yang sedang dioprek, Daffa masih sempat menjelaskan beberapa hal tentang komponen PC yang ditanyakan oleh Ny. Dita dan AKBP Afrian.

Setelah beberapa waktu bercengkerama, AKBP Afrian menyerahkan hadiah kepada Daffa. Satu unit laptop yang langsung dibuka oleh Daffa. Tak pelak, perangkat elektronik canggih ini seketika menjadi pusat perhatian baru bagi bocah kelas 3 SDN 1 Dander ini. Selain unboxing, ia langsung menyalakan dan mengecek spek dari laptop tersebut.‎

Baca Juga :   Dua Motor Terlibat Kecelakaan di PUK Kalitidu-Gayam, Satu Korban Meninggal Dunia

‎”Alhamdulillah ternyata di Bojonegoro kita mempunyai anak yang berbakat tentu saja ini perlu kita jaga dan kita bimbing ke arah yang baik,” kata AKBP Afrian Satya Permadi dalam wawancara doorstop kepada Suarabanyuurip.com.

Daffa
Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi bersama Ny. Dita Afrian saat berbincang dengan Daffa Ardian Pratama.(arifin jauhari)

‎Perlunya bimbingan ke arah yang lebih baik, kata perwira menengah di kepolisian ini, sebab tantangan di masa depan yaitu otomatisasi, interval input, maupun kecerdasan buatan (AI) membutuhkan anak-anak bangsa yang cerdas seperti Daffa.

‎Kendati telah melihat langsung bakat yang ada pada diri Daffa, pejabat kepolisian di daerah penghasil migas ini menilai bakat tersebut masih perlu untuk terus menerus diasah dan dibimbing. Oleh sebab itu perlu keterlibatan bimbingan tak hanya dari orang tua, lingkungan, kepolisian, pemerintahan, maupun sekolah.

‎Disinggung kemampuan Daffa yang dapat meracik semacam bubuk mercon sederhana berdaya ledak rendah. AKBP Afrian menyatakan, perlunya pengawasan dari semua pihak, baik secara praktik maupun akun media sosial yang digunakan. Ini sebab demi menjaga agar Daffa tetap berada di jalurnya dan bertumbuh kembang sesuai bakatnya secara baik serta sebagimana mestinya.

‎”Tugas kita bersama untuk membimbing Daffa ke arah yang baik sehingga nanti bisa mengisi masa Indonesia Emas pada 2045, yang cerdas dan bermanfaat,” tegasnya.

‎Di tempat yang sama, Kepala SDN 1 Dander, Nanik Yuni Prasetyani, menyatakan, bahwa keseharian Daffa di sekolah diakui tergolong anak istimewa yang berbeda dibanding teman lain seusianya. Meski begitu, Daffa dinilai dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Namun di lain sisi, Daffa memiliki kebutuhan khusus untuk dirinya sendiri.

‎”Jadi yang kami sediakan untuk Daffa adalah menfasilitasi Daffa sesuai kemampuan kami yang ada di sekolah,” ujarnya.

‎Secara umum, kata Nanik, dalam hal pelajaran sekolah para pendidik tidak mengalami kendala dalam proses belajar mengajar terhadap Daffa. Tetapi dalam hal menangani bakat, minat, dan kemampuan Daffa, pihak sekolah merasa belum mampu mengatasinya.

‎”Karena kemampuan Daffa itu memang di luar kurikukulum yang kami miliki, dan membutuhkan metode pembelajaran khusus, dan sebenarnya juga perlu pendamping yang khusus sehingga dapat mewadahi kemampuan ananda Daffa,” ungkapnya.(fin)

Pos terkait