SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Jawa Timur, Nurul Azizah, memberikan dukungan terhadap Daffa Ardian Pratama. Bocah jenius yang masih duduk di bangku kelas 3 SDN 1 Dander. Yakni dengan memberikan upaya fasilitasi asesmen dan tantangan merakit sepeda listrik.
Wabup yang mengampu pemerintah daerah (pemda) penghasil minyak dan gas bumi (Migas) ini berkunjung langsung ke satuan pendidikan tempat Daffa menuntut ilmu dan dilanjutkan ke kediaman orang tua Daffa, Senin (13/4/2026).
Kedatangan Nurul Azizah ke SDN 1 Dander disambut kehebohan para pelajar cilik. Mereka berebut menyodorkan kertas meminta tanda tangan perempuan santun dan ramah tersebut.
Kendati, interaksi kemudian diteruskan ke rumah Daffa. Sebab Daffa memerlukan kenyamanan dan pengikat perhatian atas minatnya terhadap peralatan elektronik. Ketika ketersambungan itu terjadi, percakapan berlangsung cukup intens.
Daffa terlihat antusias menjawab sejumlah pertanyaan dari Nurul Azizah ketika sudah asyik bermain menelusuri komponen komputer pribadi. Percakapan terus berlangsung hingga kemudian Nurul Azizah memberikan hadiah berupa fasilitasi merakit sepeda listrik.

Hadiah untuk dapat merakit sepeda listrik dimaksud merupakan titipan dari Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Ini merupakan apresiasi sekaligus dukungan Pemkab Bojonegoro atas keinginan Daffa. Sebab bocah berusia 9 tahun 8 bulan ini berminat merakit sepeda listrik.
”Nanti kalau sepeda listriknya sudah selesai dirakit, bupati berpesan agar dipamerkan di pemkab,” kata Wabup Nurul Azizah kepada Suarabanyuurip.com dalam wawancara cegat.
Selain itu, kata perempuan asli Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, kunjungannya ini menyerap aspirasi orang tua Daffa. Yaitu ada asesmen atas kemampuan Daffa. Untuk itu, Nurul Azizah meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) agar memfasilitasi keinginan tersebut.
Setelah asemen, barulah nantinya dapat diketahui potensi Daffa dan langkah apa saja yang semestinya dilakukan terhadap bakat dan minat yang ada pada diri Daffa. Termasuk pola pembelajaran dan pola asuh yang pas. Tujuannya agar tidak menghambat potensi Daffa.
”Untuk asesmen ke psikolog (pada anak) yang tumbuh kembang ini kebetulan di Bojonegoro belum ada, kemarin kami cari informasi yang ada di Malang dan Surabaya, nanti kami bawa Daffa ke sana,” sambung Kadisdik Anwar Mukhtadlo.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Ninik Sumiati menambahkan, bahwa tumbuh kembang Daffa juga memerlukan pantauan dari sisi kesehatan. Sepintas, Ninik melihat postur tubuh Daffa kurus. Tetapi informasi dari orang tua Daffa diperoleh bahwa Daffa makannya banyak.
”Mungkin (energinya) terporsir ke otak, karena dia terus menerus berpikir, karena anak ini kreatif sekali, nanti melalui cek kesehatan gratis anak sekolah, akan kami pantau secara lengkap dan disinergikan dengan hasil tes psikologi,” tandas Ninik.(fin)



