SuaraBanyuurip.com – Rencana pembangunan kilang mini Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair di Desa Katur dan Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menarik minat BUMD PT Bojonegoro Bangun Sarana untuk terlibat. Perusahaan pelat merah itu telah membidik peluang usaha dari dua proyek tersebut.
Direktur Utama PT BBS, M. Nur Faqih mengatakan, telah memiliki rencana untuk terlibat dalam pekerjaan di dua proyek kilang mini LNG di Desa Katur dan Sudu. Baik saat konstruksi dimulai maupun ketika kilang sudah beroperasi.
“Iya sudah ada plan ke situ,” kata Faqih kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (16/5/2025).
Ia menjelaskan, peluang usaha yang diminati PT BBS diantaranya di bidang transportasi, pengadaan, pekerjaan penunjang, dan jasa penunjang lainnya.
“Kami sudah komunikasi dengan dua investornya. Pada prinsipnya mereka menyambut baik,” tegasnya.
Faqih berharap kedua investor kilang mini LNG di Gayam melibatkan BUMD Bojonegoro, PT BBS di proyek tersebut. Sehingga dapat memperluas lini bisnis yang dimiliki sekarang ini.
“Juga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah,” tegasnya.
Ada dua proyek kilang mini LNG yang akan dibangun di Kecamatan Gayam. Yakni di Desa Katur dan Sudu.
Kilang mini LNG di Desa Katur telah dilakukan peletakan batu pertama (Groundbreaking) pada pertengahan Maret 2026. Kilang mini LNG ini dibangun oleh PT OTS Internasional (OTSI), anak perusahaan PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI). Proyek akan dijalankan melalui unit usaha OTSI, yaitu PT Hutama Metana Perkasa.
Proyek pembangunan fasilitas pengolahan gas alam cair skala kecil atau Mini LNG Plant itu menempati lahan milik Humpuss seluas 1,6 hektar. Lokasinya berada di selatan kilang minyak mini milik PT Tri Wahan Universal (TWU).
Kilang mini LNG di Desa Katur memiliki kapasitas 5 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day). Suplai gasnya dari jaringan pipa Gresik-Semarang (Gresem) milik Pertamina Gas Negara (PGN). Mini LNG plant ini rencananya akan mendukung pasokan di Jawa Barat hingga Jawa Timur.
“Pembangunan fisik hingga tahap operasional diperkirakan akan memakan waktu antara 12 hingga 15 bulan” kata Direktur PT OTS Internasional, Taufik dikutip dari laman resmi Humi.
Sedangkan kilang mini LNG di Desa Sudu akan dikerjakan oleh investor berbeda. Kilang ini baru selesai pembebasan lahan. Luasnya 1,7 hektar (Ha) milik tiga warga.
Lokasinya di sebelah utara gas mettering lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB). Atau, sebelah timur jalan layang (fly over) lapangan Banyu Urip Blok Cepu, pinggir jalan nasional Bojonegoro-Padangan. Kilang mini LNG di Desa Sudu akan memanfaarkan suplai gas dari lapangan JTB.(red)





