Proyek Konstruksi Kilang Mini LNG Bojonegoro Dimulai Juli

Kilang mini LNG Bojonegoro.
Pejabat di lingkungan Humpuss Grup, perwakilan mitra PGN dan Camcee foto bersama usai peletakan batu pertama pembangunan kilang mini LNG di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.(dok.Humi)

SuaraBanyuurip.com – Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan kilang mini Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah dilaksanakan. Proyek konstruksi pembangunan kilang mini akan dimulai paling lambat Juli 2026.

Kilang mini LNG di Desa Katur dibangun oleh PT OTS Internasional (OTSI), anak perusahaan PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI). Proyek strategis ini dijalankan melalui unit usaha OTSI, yaitu PT Hutama Metana Perkasa.

Kepala Desa Katur, Sukono mengatakan, perwakilan perusahaan pelaksana proyek kilang mini LNG telah berkomunikasi dengan pemerintah desa. Proyek konstruksi fasilitas pengolahan gas alam cair akan dimulai dua bulan lagi.

“Kemarin perwakilan perusahaan datang menemui saya. Katanya, bulan Juni-Juli ini konstruksinya akan dimulai,” kata kepala desa dua periode itu.

Proyek pembangunan fasilitas pengolahan gas alam cair skala kecil atau Mini LNG Plant itu menempati lahan milik Humpuss seluas 1,6 hektar. Lokasinya berada di selatan kilang minyak mini milik PT Tri Wahan Universal (TWU).

Baca Juga :   PEP Tak Liburkan Proyek TBR

Kilang mini LNG di Desa Katur memiliki kapasitas 5 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day). Suplai gas dari jaringan pipa Gresik-Semarang (Gresem) milik Pertamina Gas Negara (PGN). Mini LNG plant ini rencananya akan mendukung pasokan di Jawa Barat hingga Jawa Timur.

“Pembangunan fisik hingga tahap operasional diperkirakan akan memakan waktu antara 12 hingga 15 bulan” kata Direktur PT OTS Internasional, Taufik dikutip dari laman resmi Humi.

Pembangunan Mini LNG plant untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung program prioritas Pemerintah Republik Indonesia. Sekaligus menjadi bukti konkret komitmen grup dalam menyediakan solusi energi yang lebih bersih, efisien, dan mendukung ketersediaan pasokan gas alam cair (LNG) untuk kebutuhan domestik.

Dalam menjalankan proyek ini, PT Hutama Metana Perkasa menjalin kolaborasi strategis dengan mitra teknologi global, China CAMC Engineering Co. Ltd. Kerja sama ini mencakup penerapan teknologi terkini dalam pengolahan gas alam menjadi bentuk cair secara efisien dalam skala menengah (mini plant).

Direktur Utama HUMI Grup, Ari Askhara mengatakan, inisiasi Mini LNG Plant ini lebih dari sekedar ekspansi bisnis, namun bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian energi nasional.

Baca Juga :   Melaju Babak 28 Besar, Ini Tiga Kesebelasan Satu Grup dengan Persibo Bojonegoro

“Dengan mengoptimalkan potensi lokal di Bojonegoro dan menggandeng mitra berpengalaman, kami optimis dapat menghadirkan solusi energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan dibandingkan bahan bakar minyak,” jelasnya.

Ari menambahkan, kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperpendek rantai pasok energi bagi industri dan kebutuhan energi lainnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

“Inisiasi ini juga merupakan langkah nyata HUMI Grup melalui OTSI dalam menyelaraskan strategi bisnis dengan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia,” tegas Ari.

Pembangunan mini LNG plant di Desa Katur telah ditandai peletakan batu pertama pada (12/3/2026) lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Humpuss Grup, perwakilan mitra PGN dan Camcee, serta Pemdes Katur.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait