SuaraBanyuurip.com – Yayasan AS Media Center Indonesia menggelar workshop penguatan kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bojonegoro, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini untuk memperkuat tata kelola dan akuntabilitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), baik aspek administrasi, penatausahaan, dan pertanggungjawaban keuangan.
Workshop menghadirkan Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, sebagai keynote speaker dan Muhammad Alifa sebagai narasumber utama. Kegiatan tersebut bertujuan membangun sistem pengelolaan keuangan yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel. Workshop ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi terhadap potensi kesalahan administrasi maupun risiko hukum dalam pelaksanaan program MBG yang saat ini menjadi salah satu program strategis nasional.
Program MBG masih relatif baru, sehingga memerlukan dukungan tata kelola yang kuat agar setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun sesuai ketentuan hukum. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola SPPG dinilai menjadi kebutuhan mendesak guna memastikan keberlanjutan dan kredibilitas program di lapangan.
Ketua Yayasan AS Media Center Indonesia, Dausin Nazula menegaskan, workshop yang dilaksanakan ini merupakan bentuk komitmen yayasan dalam mendukung terciptanya pengelolaan program yang berintegritas.
“Kegiatan ini merupakan bentuk mitigasi dalam mengupayakan penyajian laporan pengelolaan keuangan program Makan Bergizi Gratis agar lebih transparan dan akuntabel sesuai dengan kaidah-kaidah hukum yang berlaku,” ujar Dausin Nazula.
Menurutnya, keberhasilan sebuah program yang bersumber dari anggaran negara tidak hanya diukur dari capaian pelaksanaan. Tetapi juga dari kualitas tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaannya. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi pengelola menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pelaporan yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto mengapresiasi langkah Yayasan AS Media Center Indonesia yang dinilai proaktif dalam memperkuat kapasitas para pelaksana program MBG.
“Kami menyambut baik langkah yang dilakukan Yayasan AS Media Center Indonesia. Program yang berasal dari negara harus dilaksanakan secara bertanggung jawab. Terlebih MBG merupakan program baru dengan lembaga pelaksana yang juga masih dalam proses penguatan, sehingga peningkatan kapasitas SDM menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Politikus Partai Golkar itu menilai kolaborasi antara yayasan, mitra, dan manajemen SPPG dalam membangun pemahaman mengenai tata kelola keuangan merupakan langkah strategis yang patut didukung. Menurutnya, pembekalan yang memadai akan membantu para pelaksana program memahami mekanisme administrasi dan pelaporan keuangan secara benar sehingga dapat meminimalisir potensi persoalan hukum di masa mendatang.
“Inisiatif peningkatan kapasitas SDM dalam penguatan tata kelola dan pertanggungjawaban keuangan ini sangat kami apresiasi. Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, kami berharap pengelolaan keuangan SPPG dapat semakin baik, tertib, dan terhindar dari persoalan hukum di kemudian hari,” tegas Ahmad.
Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh materi mengenai prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang baik, mekanisme pencatatan dan pelaporan, pengawasan internal, manajemen risiko, hingga aspek kepatuhan terhadap regulasi yang mengatur penggunaan dana program.
Melalui kegiatan ini, Yayasan AS Media Center Indonesia berharap lahir budaya kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel di lingkungan SPPG. Dengan tata kelola yang kuat, program MBG tidak hanya mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi contoh implementasi program publik yang berintegritas, efektif, dan bertanggung jawab.(red)





