SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Banyuwangi – Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina mengadakan Media Gathering 2026 bertema “The Future is Collaboration Our Energy” di KoKoon Hotel Banyuwangi Jawa Timur, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara insan pers dengan kontraktor kerja sama (KKKS) mewujudkan ketahanan energi Indonesia.
Media Gathering diikuti puluhan media cetak dan elektronik dari sejumlah daerah wilayah kerja Regional Indonesia Timur. Menghadirkan sejumlah narasumber kompeten diantaranya Koordinator Deputi Komunikasi SKK Migas, Arief Hermawan yang menyampaikan overview industri hulu migas; Chief Content Officier (CCO) KapanLagi Youniverse, Wenseslaus Manggut menyampaikan materi jurnalisme gaya baru dan distribusi; dan Chief Executive Officer (CEO) suara.com, Suwarjono memaparkan monetisasi konten jurnalisme di era AI.
Senior Manager Relation Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Sigit Dwi Aryono mengatakan, media gathering ini merupakan kegiatan tahunan. Tema yang diangkat tahun ini The Future is Collaboration Our Energy. Artinya, masa depan yang dibangun tidak bisa sendiri-sendiri, tetapi kolaborasi, kerja sama dan sineegi dengan seluruh pihak.
“Energi yang dimaksud bukan hanya minyak dan gas bumi, tetapi energi kolaborasi, gagasan, komunikasi antara perusahaan, media dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sigit, keberadaan media bukan sekadar saluran komunikasi bagi perusahaan. Tetapi menjadi mitra strategis untuk membangun pemahaman publik terkait industri hulu migas melalui pemberitaan yang kridibel.
“Kedepan kolaborasi dan sinergi dengan temen-temen media ini bisa terus kita tingkatkan, melalui silaturhami, sharing pengetahuan, gagasan, diskusi sehingga bisa menjembatani informasi-informasi perusahaan yang harus disampaikan ke publik,” tururnya.
Sigit berharap media gathering yang dilaksanakan setiap tahun ini bisa memperkuat semangat kolaborasi yang sudah terjalin untuk mewujudkan ketahanan energi Indonesia.

Senada disampaikan, Koordinator Deputi Komunikasi SKK Migas, Arief Hermawan. Menurut dia, pemberitaan media berpengaruh terhadap persepsi dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri hulu migas.
Namun di sisi lain, kata Arief, media dan perusahaan memiliki karakter berbeda. Jurnalis menuntut respon cepat dari setiap konfirmasi, sementara perusahaan memiliki prosedur untuk memberikan jawaban.
“Hubungan perusahaan dengan media itu ibaratnya seperti air dan minyak. Tidak bisa menyatu. Namun, untuk memperkecil gap itu bisa dilakukan dengan cara membangun komunikasi inten agar saling memahami, diantaranya melalui media gathering seperti ini,” tuturnya.
Berdasarkan hasil monitoring tren pemberitaan hulu migas periode Januari-Juni 2026, lanjut Arif, sentimen positif mendominasi pemberitaan. Dari 12.560 berita, jumlah berita positif dan neteral sebanyak 12.347 berita, dan berita negatif 213 berita.
“Dari data itu, berita negatif hanya 2 persen. Ini menandakan kolaborasi dan sinergi antara perusahaan hulu migas dan media bisa dibangun melalui kegiatan seperti ini,” tegasnya.
Menambah Wawasan Wartawan
Media gathering yang dilaksanakan Regional Indonesia Timur Subholding Upatream Pertamina bukan sekadar ajang silaturahmi. Kegiatan ini juga menambah wawasan jurnalis terkait pola konsumsi berita akibat digitalisasi.

Menurut Wenseslaus Manggut, sekarang ini telah terjadi perubahan perilaku audiens dalam mengkonsumsi informasi. Konten visual lebih diminati daripada konten teks, karena lebih mudah dipahami. Otak audiens hanya butuh 13 detik untuk merekam semua isi konten visual. Sedangkan konten teks memerlukan 10-20 detik.
“Sehingga ada efisiensi gap 1.500, kali” ucap Wens.
Pergeseran pembaca laporan berita digital dapat dibandingkan antara 2022 dan 2026. Pada 2022, 69 persen pembaca lebih menyukai berita teks, 12 persen berita video, 16 persen kombinasi video dan teks, dan 4 persen tidak tahu.
“Namun pada 2026 ini, 64 persen mereka mendapatkan berita dari media sosial dan platform sosial, dan 48 persen menyebut media sosial atau video sebagai sumber berita utama mereka,” beber Wens.
Menurut dia, ada beberapa strategi konten visual untuk meningkatkan trafik dan website yang bisa dilakukan. Visual meliputi update, view, podcast, grafik, video grafik, dan data. Sementara website tetap menjaga kualitas dan orisinal konten.
“Ada beberapa platform media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk mendistribusikan konten. Yakni WhatsApp, Youtube, Facebook, Tiktok, Instagram, dan X,” pungkasnya.
Sementara itu, Suwarjono menambahkan, di era kecerdasan buatan sekarang ini, bisnis media tidak lagi menjual berita. Melainkan mengubah kepercayaan, pengetahuan lokal, dan komunitas menjadi berbagai produk dan layanan bernilai ekonomi.
“Era sekarang ini, media yang bisa bertahan bukan yang paling banyak menulis berita, tapi yang paling kuat membangun kepercayaan dan ekosistem bisnis,” tegasnya.
Jelajah Wisata Banyuwangi
Asisten Administrasi Umum, Budi Santoso mewakili Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengucapkan terima kasih kepada Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina yang sudah memilih Banyuwangi sebagai tempat medi gathering 2026.
Menurut Budi kehadiran jurnalis dari berbagai daerah di Banyuwangi ini menjadi peluang untuk lebih mengenalkan pariwisata dibagian paling timur Pulau Jawa yang dimiliki.
Budi kemudian menjelaskan sejumlah wisata alam unggulan, seni dan budaya Banyuwangi. Diantaranya Kawah Ijen, Taman Nasional Blauran, pantai Sukamade lokasi konservasi penyu, dan tari Gandrung yang merupakan kesenian ikonik Suku Osing.
“Bayangkan kalau yang datang ke sini ada 100 orang, dan mereka menjadi influencer, menyampaikan tentang keindahan wisata Banyuwangi, sudah berapa ratus orang yang mengenal Banyuwangi,” lanjutnya.
Untuk mengeksplore keindahan alam Banyuwangi, puluhan media akan diajak jelajah wisata dan seni budaya, Sabtu (11/7/2026). Diantaranya, Rowo Bayu, sebuah desa yang dikenal sebagai Desa Penari, Green Gumuk Candi, Pantai Cemara.
Jelajah wisata akan ditutup dengan mengunjungi Desa Adat Osing Kemiren atau kopi Pak Iwan. Di tempat ini para peserta akan diajak membuat kopi secara tradisional mulai dari memetik kopi, menumbuk, menyaring, dan meroasting menjadi minuman.(suko)





