SuaraBanyuurip.com – Proyek eksplorasi dua sumur migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan segera dimulai. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) berharap bisa terlibat di dua proyek tersebut. DPRD Bojonegoro menyarankan kepada pemerintah kabupaten (pemkab) untuk memfasilitasi BBS dengan operator migas agar bisa ikut ambil bagian.
Proyek eksplorasi tersebut adalah sumur minyak Kedung Keris Barat (West), Blok Cepu, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Sumur ini rencananya dilakukan pengeboran miring sejauh 3 kilometer (Km) dari sumur Kedung Keris yang saat ini sudah produksi.
Kemudian, sumur migas Banyu Geni (BGE) -1 di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru. Sumur migas ini dioperatori oleh Pertamina EP Zona 11, Tuban Est Java (TEJ). Proyek eksplorasi Banyugeni sekarang ini sedang dimulai.
Direktur Utama PT BBS, M Faqih mengatakan, telah menyampaikan minatnya untuk terlibat di proyek eksplorasi tersebut.
“Kalau di Banyu Geni kita sudah komunikasi dengan operatornya, tapi yang di Kedung Keris Barat belum,” kata Faqih kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, peluang usaha yang bisa digarap BBS diantaranya pekerjaan penunjang migas, transportasi dan kebutuhan air selama eksplorasi berlangsung.
“Untuk kebutuhan air di Banyu Geni sudah ada kesepakatan. Kita akan kerja sama dengan PDAM Bojonegoro untuk suplainya,” tutur Faqih.
Ia menyatakan, akan terus melakukan komunikasi intensif dengan Pertamina EP Zona 11 dan EMCL agar bisa mendapat peluang pekerjaan di dua proyek eksplorasi migas tersebut.
“Kami berharap EMCL bisa memulai lagi membuka potensi pekerjaan dengan BBS, agar kami bisa terlibat,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri mendorong PT BBS untuk proaktif melakukan komunikasi dengan Pertamina EP Zona 11, EMCL dan pihak terkait untuk mengetahui peluang usaha yang bisa dikerjakan di proyek eksplorasi Banyu Geni dan Kedung Keris Barat.
“Jangan sampai semua project sudah diterderkan, BBS baru mau komunikasi. Harus jemput bola, jangan sampai BBS hanya jadi penonton,” tegasnya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyarankan kepada Pemkab Bojonegoro untuk memfasilitisasi BBS dengan operator migas. Agar perusahaan pelat merah itu bisa ikut ambil bagian di proyek eksplorasi migas di Banyu Geni dan Kedung Keris Barat.
“Saya kira moment ini jangan dilewatkan dan jangan sampai BBS nggak dapat project dari eksplorasi Kedung Keris Barat dan Banyugeni,” tandas Lasuri.
Lasuri menambahkan, dengan terlibatnya BUMD Bojonegoro, PT BBS di proyek eksplorasi migas akan bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD).
“Apalagi kondisi keuangan pemkab sekarang ini mengalami penurunan akibat pemangkasan transfer dari pusat, jadi keterlibatan BUMD utamanya BBS dapat meningkatkan PAD,” pungkasnya.(red)




