SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro mendorong keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan warga setempat dalam proyek eksplorasi minyak dan gas bumi (Migas) pada Sumur Banyugeni.
Hal tersebut mengemuka kala Komisi B DPRD Bojonegoro melakukan kunjungan lapangan ke lokasi eksplorasi Sumur Banyugeni di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Rabu (22/7/2026) kemarin.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) di sektor migas berjalan lancar sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Rombongan Komisi B diterima jajaran PT Pertamina EP Zona 11 Regional 4, PT Energi Sterila Hidrokarbon (ESS) selaku vendor pembangunan tapak sumur, Camat Kepohbaru, Pemerintah Desa Sidomukti, serta unsur TNI dan Polri.
Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Donny Bayu Setiawan, mengatakan, terdapat sejumlah poin yang menjadi perhatian dewan dalam pengembangan Sumur Banyugeni.
Pertama, Komisi B mendorong PT Pertamina EP Asset 4 Regional 11 untuk melibatkan BUMD, khususnya PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), dalam kegiatan migas di Sumur Banyugeni.
”Kami mendorong agar BUMD Bojonegoro dapat dilibatkan dalam kegiatan migas, khususnya di Sumur Banyugeni. Pertamina merespons dengan menyampaikan akan menindaklanjuti saran tersebut,” kata Donny kepada Suarabanyurip.com, Jumat (24/7/2026).
Selain itu, Komisi B juga meminta keterlibatan masyarakat Desa Sidomukti dan desa-desa sekitar dalam aktivitas proyek sehingga dapat merasakan dampak ekonomi atau trickle down effect. Vendor pelaksana di lapangan juga diminta terbuka terhadap aspirasi masyarakat.
Poin berikutnya yang ditekankan ialah pentingnya koordinasi dan sosialisasi kepada warga sebelum setiap tahapan pekerjaan dilakukan, terutama menjelang proses well test atau uji sumur. Menurut Komisi B, masyarakat perlu memperoleh informasi yang memadai beserta langkah-langkah mitigasi risiko agar aktivitas eksplorasi berlangsung aman dan kondusif.
”Harapannya, seluruh tahapan eksplorasi Sumur Banyugeni dapat berjalan lancar, kondusif, dan tetap mendapat dukungan masyarakat karena proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.
Dikonfirmasi secara terpisah, Head of Communication Relations & CID Pertamina Zona 11, Ahmad Setiyadi, membenarkan adanya kunjungan dari DPRD Bojonegoro dan memastikan seluruh masukan Komisi B akan ditindaklanjuti.
”Benar, Komisi B DPRD Bojonegoro menyampaikan beberapa arahan tersebut di lokasi Banyugeni. Kami menindaklanjuti arahan itu melalui vendor pelaksana di lapangan. Keterlibatan warga Desa Sidomukti juga telah kami akomodasi saat ini,” tegasnya.(fin)



