Pemuda Bojonegoro Ring 1 Migas Banyu Geni Sukses Ternak Domba, dari 10 Ekor Jadi 300 Ekor

Pemuda Bojonegoro sukses ternak domba.
Peternakan domba milik Aringga di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru.

SuaraBanyuurip.com – Aringga Bayu Puspita, warga Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sukses beternak domba. Pemuda desa ring satu lapangan migas Banyu Geni, itu awalnya pelihara 10 ekor dan sekarang berkembang menjadi menjadi 300 ekor.

“Kalau iduladha bisa sampai 800 ekor. Karena permintaan masyarakat tinggi,” ujarnya saat berbagi pengalaman kepada keluarga penerima manfaat (KPM) program Domba Kesejahteraan yang digulir Pemkab Bojonegoro, belum lama ini.

Aringga menceritakan, mulai merintis usaha peternakan domba pada 2011. Modal awalnya sebesar Rp10 juta untuk membeli 15 ekor domba. Pada 2016, Aringga mulai mendapatkan pendampingan dan pembinaan dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro. Pembinaan tersebut menjadi salah satu bekal penting dalam meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas wawasan di bidang peternakan.

Dari situlah, Aringga mengembangkan peternakan domba dari awalnya skala rumahan hingga mampu melayani pasar di berbagai daerah di Jawa Timur.

“Kalau ingin berhasil kunci harus tekun, mau terus belajar, dan semangat berinovasi,” tegas pemilik Aqiqah Assalam itu.

Baca Juga :   Studi Tiru ke Malang, TPS 3R Trucuk dan Komunitas MAPAK Perkuat Tata Kelola Sampah Bojonegoro

Berkat pengalaman dan keberhasilannya, pada tahun 2025 Aringga dipercayaan menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan Disnakkan Bojonegoro bagi penerima Program Domba Kesejahteraan di 15 kecamatan. Tahun 2026 ini, ia kembali mendapat kepercayaan untuk berbagi pengalaman kepada para peserta program.

“Pembinaan dari Disnakkan memberikan banyak manfaat bagi perkembangan usaha kami. Kini saya juga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman kepada peternak lain agar mereka semakin percaya diri mengembangkan usaha ternak domba,” ungkap Aringga.

Tidak hanya menjual domba hidup, Aqiqah Assalam juga menghadirkan berbagai pilihan layanan sesuai kebutuhan pelanggan. Mulai dari penjualan domba hidup, domba yang telah disembelih, hingga produk olahan matang siap saji dengan memberdayakan masyarakat sekitar untuk memasak dan para mahasiswa yang baru lulus untuk menjadi adminnya.

“Ini mengikuti perkembangan zaman dan mengikuti permintaan pembeli,” jelasnya.

Dalam operasional sehari-hari, usaha tersebut rata-rata mengirimkan pesanan olahan matang ke tiga lokasi berbeda. Jangkauan pemasarannya pun terus berkembang. Saat ini Aqiqah Assalam telah membuka kantor pemasaran di Kota Surabaya dan Kabupaten Jombang, serta melayani konsumen di Madura dan sedikitnya 12 kota lainnya.

Baca Juga :   Jaga Netralitas ASN di Bojonegoro, Pimpinan DPRD Rekomendasikan Rotasi ke Pj Bupati

Menurut Aringga, program domba kesejahteraan yang digulirkan Pemkab Bojonegoro bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Selain itu  semakin menumbuhkan banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha peternakan domba karena sektor ini memiliki prospek yang menjanjikan apabila ditekuni dengan sungguh-sungguh.

“Kalau ingin sukses di bidang ternak domba, yang pertama harus mencintai dulu ternaknya. Kambing maupun domba adalah hewan yang diberkahi. Nikmati prosesnya, terus belajar, insyaallah hasilnya akan mengikuti,” pesannya.

Untuk diketahui, Pemkab Bojonegoro hingga tahun 2025 ini telah menggulirkan program domba kesejahteraan untuk 2.520 KPM. Program ini dilanjutkan lagi pada 2026 dengan memperluas sasaran program.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait