SuaraBanyuurip.com – Program kerja Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN TK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) 2026 dilakukan monitoring dan evaluasi (Monev). Rektor Unigoro Tri Astuti Handayani secara khusus melakukan penilaian kinerja Kelompok 12 KKN TK Unigoro di Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem. Kelompok ini berfokus pada program penghijauan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga keberlanjutan ekosistem di kawasan hutan selatan Bojonegoro.
Tri Astuti Handayani didampingi oleh Hanin Alya’ Labibah, dosen pendamping lapangan (DPL). Nanin, sapaan akrab Rektor Unigoro, menuturkan, ada beberapa indikator yang menjadi acuan penilaian oleh tim monev KKN TK 2026. Di antaranya kesesuaian program kerja dengan tema KKN, paparan program kerja utama dan pendukung, implementasi program dan pelibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan, pengelolaan media sosial, serta menunjukkan luaran kegiatan.
Khusus di Desa Dukuh Kidul, Nanin, mendorong mahasiswa aktif melibatkan masyarakat setempat agar program kerja Kelompok 12 KKN TK Unigoro berdampak positif dan berkelanjutan.
“Program penghijauan yang telah dilakukan dapat terus dilanjutkan dan dirawat oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, baik bagi lingkungan maupun masyarakat,” pesannya.
Sementara itu Ketua Kelompok 12 KKN TK Unigoro, Muhammad Syahrul Muhromi, melaporkan, untuk program penghijauan mahasiswa melakukan penanaman pohon beringin dan pohon trembesi. Teknik dan waktu penanaman disesuaikan dengan kondisi lokasi. Pada area yang belum memiliki vegetasi, kegiatan penanaman dilakukan pada sore hari. Sementara itu, penanaman pada area di sekitar pinggir sungai dilaksanakan pada pagi hari.
“Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan di masing-masing lokasi,” ungkapnya.
Selain program utama penghijauan, kelompok tersebut juga melaksanakan beberapa program pendamping. Di antaranya pembuatan biopori serta pembuatan alat penangkap tikus berbasis frekuensi suara yang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam membantu masyarakat mengendalikan hama tikus.(red)





