SuaraBanyuurip.com – Kehadiran mahasiswa kuliah kerja nyata tematik kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 01 Universitas Bojonegoro (Unigoro) di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, telah memberikan manfaat bagi pemerintah desa dan warga setempat. Mereka berhasil menyusun peta administrasi dan peta lokasi bencana untuk mempermudah mitigasi bencana melalui penyediaan informasi spasial yang akurat, sistematis, dan mudah dipahami oleh pemerintah desa maupun masyarakat.
Penyusunan peta administrasi dilakukan melalui proses pengumpulan, verifikasi, dan pengolahan data mengenai batas wilayah desa, pembagian wilayah dusun, jaringan jalan, serta fasilitas umum yang terdapat di Desa Kesongo.
Sementara itu, penyusunan peta lokasi bencana dilaksanakan berdasarkan hasil survei lapangan dan identifikasi terhadap wilayah yang memiliki potensi risiko bencana, seperti kawasan rawan kekeringan, genangan air, maupun titik-titik lain yang memerlukan perhatian dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Sebagai pelengkap informasi pada peta yang telah disusun, Mahasiswa KKN-TK 01 juga melaksanakan pembuatan dan pemasangan papan informasi pada sejumlah titik yang teridentifikasi sebagai lokasi rawan bencana. Pemasangan plang tersebut bertujuan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai potensi bencana di wilayah tersebut, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan, memperkuat kesiapsiagaan, serta mempermudah proses identifikasi lokasi apabila terjadi keadaan darurat.
Ketua KKN-TK 01 Universitas Bojonegoro, Wahyu Putra Utama menyampaikan, penyusunan peta administrasi dan peta lokasi bencana merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung tata kelola wilayah yang lebih baik serta meningkatkan kapasitas desa dalam menghadapi potensi bencana.
“Peta administrasi dan peta lokasi bencana yang telah disusun diharapkan dapat menjadi dokumen pendukung bagi Pemerintah Desa Kesongo dalam proses perencanaan pembangunan, pengambilan kebijakan, serta pelaksanaan program mitigasi bencana. Selain itu, pemasangan plang informasi di lokasi-lokasi rawan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi risiko bencana sehingga tercipta budaya kesiapsiagaan di lingkungan desa,” ujarnya.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Unigoro. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat dalam penyediaan data spasial yang dapat digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa maupun pelaksanaan upaya penanggulangan bencana.
“Ini bisa menjadi referensi kami dalam perencanaan pembangunan, pengelolaan wilayah, serta penyusunan program mitigasi bencana secara berkelanjutan,” pungkasnya.(red)





