SuaraBanyuurip.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kelompok 01 (KKN-TK 01) Universitas Bojonegoro (Unigoro) melaksanakan kegiatan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penerapan strategi branding dan pemasaran digital pada produk Telur Asin Zaza K9 di Desa Kesongo, kecamatan kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik produk, memperkuat identitas usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan nilai jual produk lokal.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-TK 01 memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dalam meningkatkan identitas dan citra produk melalui pembuatan kemasan dan stiker produk yang lebih menarik, informatif, dan representatif. Stiker yang dibuat memuat identitas produk sehingga dapat digunakan sebagai penanda pada kemasan sekaligus memudahkan konsumen dalam mengenali produk Telur Asin Zaza K9.
Selain pengembangan kemasan dan stiker, mahasiswa KKN-TK 01 Unigoro juga membuat banner dan papan nama usaha (plang) sebagai media informasi, promosi, serta identitas lokasi usaha. Pengadaan media tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlihatan usaha dan memudahkan masyarakat dalam mengenali keberadaan produk Telur Asin Zaza K9.
Sebagai upaya memperluas jangkauan pemasaran, mahasiswa KKN-TK 01 Unigoro turut membantu pembuatan toko online sebagai sarana pemasaran melalui platform digital. Toko online tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai produk, memudahkan konsumen dalam melakukan pemesanan, serta membuka peluang pemasaran kepada konsumen di luar wilayah Desa Kesongo.
Selain menyediakan sarana pendukung pemasaran, mahasiswa KKN-TK 01 Unigoro memberikan pendampingan mengenai strategi pemasaran digital kepada pelaku usaha. Materi pendampingan meliputi pemanfaatan media sosial, pembuatan konten promosi, penyusunan informasi produk, penyajian foto produk yang menarik, serta teknik memperkenalkan produk kepada calon konsumen melalui media digital.
Ketua Kelompok 01 KKN-TK Unigoro, Wahyu Putra Utomo menyampaikan, pengembangan branding perlu dilakukan secara berkelanjutan agar produk Telur Asin Zaza K9 memiliki identitas yang kuat dan semakin dikenal oleh masyarakat.
“Kami menyarankan agar pelaku usaha dapat mempertahankan identitas kemasan dan terus memanfaatkan media digital secara konsisten. Konten promosi juga perlu diperbarui secara berkala agar konsumen mendapatkan informasi yang menarik dan produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemanfaatan toko daring perlu diikuti dengan pelayanan yang baik dan responsif kepada konsumen. Menurut Wahyu, kualitas produk harus tetap menjadi prioritas sehingga strategi branding dan pemasaran yang diterapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan usaha.
Wahyu berharap, penerapan strategi branding dan pemasaran digital tidak hanya meningkatkan kualitas tampilan produk, tetapi juga memperkuat identitas merek dan daya saing usaha.
“Dengan tersedianya kemasan, stiker, banner, papan nama, toko daring, serta pengetahuan mengenai pemasaran digital, Telur Asin Zaza K9 diharapkan mampu meningkatkan daya tarik konsumen dan memperluas pangsa pasar,” tuturnya.(red)





