SuaraBanyuurip.com – Mahasiswa KKN-TK 01 Universitas Bojonegoro (Unigoro) menghadirkan inovasi baru bagi warga Kesongo, Kecamatan Kedungadem. Mereka mengenalkan cara mengolah pisang menjadi tepung yang kemudian diolah menjadi berbagai produk olahan, seperti donat dan brownies.
Pelatihan dilaksanakan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kesongo, Sabtu (1/8/2026). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan hasil pertanian lokal, khususnya pisang, menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan nilai jual lebih tinggi.
Warga Kesongo antusias mengikuti pelatihan. Mereka diajak memahami seluruh tahapan proses, mulai dari pemilihan pisang, pembuatan tepung pisang, hingga pengolahan tepung menjadi donat dan brownies yang memiliki cita rasa khas.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN-TK 01 Unigoro memberikan pendampingan secara langsung kepada warga agar setiap tahapan dapat dipraktikkan dengan baik. Warga tidak hanya menyaksikan proses pembuatan, tetapi juga terlibat aktif dalam mencampur adonan, membentuk donat, memanggang brownies, hingga mencicipi hasil olahan bersama.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN-TK 01 Unigoro juga menyusun buku panduan pengolahan pisang yang diserahkan kepada masyarakat Desa Kesongo. Buku panduan tersebut disusun sebagai referensi praktis agar warga dapat terus mengembangkan usaha secara mandiri setelah program KKN-TK berakhir.
Buku panduan tersebut menjelaskan secara lengkap tahapan pengolahan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pembuatan tepung pisang, pengolahan menjadi donat dan brownies, teknik pengemasan produk, perhitungan sederhana biaya produksi, hingga strategi pemasaran.
Selain itu, buku panduan juga memuat materi mengenai pemasaran digital melalui media sosial dan platform marketplace sebagai upaya memperluas jangkauan pemasaran produk serta meningkatkan daya saing usaha masyarakat.
Ketua KKN-TK Kelompok 01 Unigoro, Wahyu Utomo mengatakan, dipilihnya pelatihan ini karena Desa Kesongo memiliki potensi pisang melimpah yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal. Sehingga potensi pisang bisa diolah menjadi produk pangan olahan yang bernilai ekonomis.
“Selain itu bisa mendukung ketahanan pangan keluarga. Inovasi ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha rumahan serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui produk olahan berbahan dasar pisang,” tutur Wahyu.
Pelatihan olahan pisang ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal. Wahyu berharap, pelatihan ini dapat menjadi inspirasi bagi warga untuk mengembangkan olahan berbahan dasar pisang menjadi produk yang memiliki nilai jual. Dengan begitu, potensi lokal Desa Kesongo dapat dimanfaatkan secara optimal dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Kehadiran buku panduan ini juga diharapkan menjadi pegangan bagi masyarakat untuk terus memproduksi, mengemas, dan memasarkan produk olahan pisang secara mandiri, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai teknik pengolahan, pengemasan produk, serta peluang pemasaran. Sehingga masyarakat memperoleh bekal untuk mengembangkan usaha olahan pangan berbasis pisang secara mandiri.
Melalui pelatihan dan penyusunan buku panduan tersebut, diharapkan inovasi pengolahan pisang ini dapat terus berlanjut, berkembang menjadi usaha produktif masyarakat, serta menjadi salah satu potensi unggulan Desa Kesongo yang mampu meningkatkan perekonomian warga.(red)





