Flyover Ujung Barat JLS Bojonegoro Bergeser

JLS Bojonegoro
Flyover ujung barat JLS Bojonegoro bergeser. Bundaran Jetak yang biasa dilalui kendaran besar bermuatan berat.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro — Rencana pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Bojonegoro, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami perubahan. Salah satunya lokasi flyover di ujung barat jalur tersebut.

‎Semula, flyover ujung barat JLS Bojonegoro direncanakan berada di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu. Namun, rencana terbaru menempatkan flyover tersebut di Desa Ngablak, Kecamatan Dander.

‎Sementara itu, lokasi flyover ujung timur JLS tidak mengalami perubahan. Flyover tetap direncanakan berada di wilayah Desa Kabunan, Kecamatan Balen, yang mencakup sebagian wilayah Desa Sobontoro, Kecamatan Balen.

‎Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro, Biyanto, membenarkan adanya pergeseran lokasi flyover.

‎Dengan bergesernya lokasi flyover ujung barat ke Desa Ngablak, tentunya Kecamatan Kalitidu tidak lagi masuk dalam wilayah terdampak rencana pembangunan JLS.

‎“Tinggal empat kecamatan. Yakni Kecamatan Balen, Sukosewu, Kapas, dan Dander,” kata Biyanto kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (13/8/2026).

‎Mantan Camat Balen ini melanjutkan, terdapat sekira 16 desa yang berada di empat kecamatan tersebut dan diperkirakan terdampak pembangunan JLS. Namun, pihaknya belum merinci daftar desa yang dimaksud.

Baca Juga :   Harga Tanah Jalur Ring Road Bojonegoro Tembus Rp700.000/M2

‎“Kami belum dapat mendetailkan daftar desa (terdampak proyek JLS, Red). Yang pasti, saat ini sedang bergulir sosialisasi di desa-desa itu,” lanjutnya.

‎Diwartakan sebelumnya, JLS merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yang telah lama diinisiasi. Namun, proyek tersebut mulai lebih serius dikerjakan dalam sekitar satu tahun terakhir.

‎Pembangunan JLS diharapkan dapat mengurai kepadatan arus lalu lintas di wilayah perkotaan Bojonegoro. Kendaran besar bermuatan berat dan bertonase besar bakal tidak lagi melalui Bundaran Jetak.

‎Selain itu, keberadaan jalur baru tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sepanjang jalur JLS.

‎Pemkab Bojonegoro menargetkan pembangunan JLS dapat mulai dilaksanakan pada 2027. Tahapan pembebasan lahan direncanakan dimulai menjelang akhir 2026.

‎Untuk mendukung tahapan awal proyek tersebut, Pemkab Bojonegoro menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait