Harga Tanah Jalur Lingkar Selatan Bojonegoro di Ngumpakdalem Tembus Rp 1 Juta/M2

Jalan Dusun Bogo, Desa Ngumpakdalem
Jalan Dusun Bogo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, yang direncanakan menjadi jalur jalan lingkar selatan Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur akan merealisasikan pembangunan jalan lingkar selatan pada 2027. Rencana tersebut menjadikan harga tanah di sepanjang jalur lingkar meningkat hampir 10 kali lipat dari nilai jual objek pajak (NJOP).

Harga tanah di jalur jalan lingkar selatan Bojonegoro yang mengalami peningkatan terjadi di Dusun Bogo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Harganya sekarang ini mencapai Rp 1 juta per meter persegi (M2). Sedangkan NJOP hanya sebesar Rp 110.000/m2.

“1 juta itu yang pinggir jalan raya. Kalau yang masuk ke dalam pasarannya 500 ribu per meter,” kata Kepala Dusun Bogo, Wahyu Sugeng Riyadin.

Menurut Wahyu, meningkatnya harga tanah di wilayah itu terjadi setelah jalan Bogo dicor beton beberapa tahun lalu.

“Sebelum jalannya dicor harga pasarannya 250 sampai 300 ribu per meter. Setelah itu naik jadi 500 ribu per meter, dan sekarang jadi 1 juta per meter,” jelasnya.

Wahyu mengaku belum mengetahui berapa luas lahan di Dusun Bogo yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan lingkar selatan Bojonegoro, karena belum ada sosialisasi.

Namun dia memprediksi harga tanah di sepanjang jalan raya Bogo ini akan meningkat seiring akan dimulainya proyek pembangunan jalan lingkar selatan.

“Apalagi yang ke arah Dusun Kedungrejo itu kan tanah pertanian produktif. Tentu harganya akan lebih tinggi,” tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Edi Susanto menjelaskan, pembangunan jalan lingkar selatan telah masuk program priorotas rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) tahun 2027. Feasibility study (studi kelayakan) dan desain pengembangan (desain development/DD) jalan lingkar telah diselesaikan Dinas PU Bina Marga Bojonegoro.

Baca Juga :   Kemenhub Dukung Jalur Lingkar Bojonegoro
Jalan lingkar selatan Bojonegoro.
Konsep pembangunan jalan lingkar selatan Bojonegoro.

Desain pengembangan untuk mendapatkan gambar detail, spesifikasi material, dan estimasi konstruksi yang lebih akurat sebelum berlanjut ke tahap dokumen konstruksi.

“Kami targetkan di 2027 sudah ada kegiatan,” kata Edi saat memaparkan RKPD 2027 dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kabupaten di ruang Angling Dharma Lantai II Gedung Pemkab Bojonegoro, belum lama ini.

Pembangunan jalan lingkar selatan Bojonegoro bertujuan mengurai kepadatan lalu-lintas yang terjadi di wilayah perkotaan.

“Juga untuk pemerataan ekonomi,” tegas mantan Kepala Satpol PP Bojonegoro itu.

Pembangunan jalan lingkar ini sebelumnya telah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bojonegoro 2018-2023. Namun belum terealisasi, dan kemudian dimasukan lagi dalam RPJMD Bojonegoro 2025-2029.

Pembangunan jalan lingkar Bojonegoro rencananya menggunakan jalur wilayah selatan yakni Ngujo, Kecamatan Kalitidu hingga Proliman, Kecamatan Kapas, sepanjang sekitar 37 kilo meter (Km).

Jalur tersebut menggunakan jalan Rajekwesi melewati sejumlah desa di beberapa kecamatan. Yakni Desa Ngujo Kecamatan Kalitidu, Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander; serta Desa Bangilan, Tapelan, Tanjungharjo, Kedaton (proliman), semuanya masuk Kecamatan Kapas.

Di Desa Ngujo dan Proliman nantinya dibangun jalan layang di atas rel kereta api sebagai pintu masuk dan keluar kendaraan besar dari arah barat dan timur.

Baca Juga :   Ratna Sumbangkan Gaji DPR untuk Covid-19

Jalan lingkar selatan Bojonegoro awalnya direncanakan berbentuk ring road dengan dua jalur. Masing-masing selebar 8 meter dengan trotoar di kanan dan kiri jalan. Sehingga akan dilakukan pembebasan lahan di sepanjang jalur.

Data Dinas Perhubungan Bojonegoro tiga tahun lalu, tingkat rasio arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan perkotaan mencapai 0,9 lebih dengan kecepatan 20 kilo meter (KM) per jam dan rata-rata satu meter.

Peningkatan volume kendaraan disebabkan semua kendaraan besar baik dari arah Surabaya maupun Ngawi semuanya masuk wilayah kota Bojonegoro. Seperti Ahmad Yani, Gadjah Mada, Untung Suropati, Rajekwesi.

Kabar pembangunan jalan lingkar selatan Bojonegoro telah lama diketahui sebagian besar masyarakat di sepanjang jalur. Warga berharap sebelum pembangunan dimulai nantinya ada sosialisasi.

“Sudah dengar. Malahan sudah lima tahun lalu. Tapi sampai saat ini ternyata belum juga terealisasi,” ujar Margono, warga Dusun Bogo lainnya.

Margono optimis pembangunan jalan lingkar selatan Bojonegoro ini akan membuka peluang kerja pada saat konstruksi berlangsung, dan menumbuhkan ekonomi baru di sepanjang jalur. Mulai dari pendirian warung makan minuman (mamin), pertokoan, SPBU, pergudangan, hingga tempat transit (istirahat sementara) kendaraan besar.

“Tapi keselamatan masyarakat terutama anak-anak juga harus diperhatikan, karena jika itu dibangun tentu banyak kendaraan besar yang lewat,” sarannya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait