SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Kabar pembangunan ring road atau jalan lingkar Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendongkrak harga tanah di sepanjang jalur. Sekarang harga pasarannya menembus Rp700.000 per meter persegi (M2).
Ring road akan menggunakan jalan Rajekwesi melewati sejumlah desa di beberapa kecamatan. Yakni Desa Ngujo Kecamatan Kalitidu, Desa Ngumpakdalem dan Sumodikaran Kecamatan Dander; serta Desa Bangilan, Tapelan, Tanjungharjo, Kedaton (proliman), semuanya masuk Kecamatan Kapas.
Di Desa Ngujo dan Proliman nantinya dibangun jalan layang di atas rel kereta api sebagai pintu masuk dan keluar kendaraan besar dari arah barat dan timur.Â
Jalan ring road akan dibangun selebar 8 meter dengan trotoar di kanan dan kiri jalan. Sehingga total lebarnya 16 meter. Sehingga akan dilakukan pembebasan lahan.
“Kalau di sini yang arah Desa Kedaton sudah Rp500 ribu sampai Rp700 ribu/M2,” ujar Kepala Desa Tanjungharjo, Suyono kepada suarabanyuurip.com, Selasa (1/9/2020).
Menurut dia, melonjaknya harga tanah ini setelah munculnya kabar pembangunan ring road. Selain itu perbaikan jalan cor yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro.
Tiga tahun lalu, kata Suyono, harga tanah di wilayah tersebut hanya berkisar Rp 150.000/m2. Kemudian setelah ada pembangunan jalan meningkat menjadi Rp350.000, dan sekarang menembus Rp700.000.
“Untuk nilai jual objek pajak tanah di situ persisnya saya lupa, kalau nggak salah sekarang hampir Rp200.000/m2,” tuturnya
Suyono menjelaskan ada tiga poros jalan di wilayahnya yang bakal dilalui ring road. Yakni Jalan Kalianyar – Tanjungharjo, Kedaton – Tanjungharjo dan Tanjungharjo – Bangilan.Â
“Semoga ring road ini bisa direalisasikan, karena bisa membuka akses ekonomi warga,” pungkasnya.
Meningkatnya harga tanah juga terjadi jalur ring road di Dusun Bogo dan Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Tanah di sepanjang jalur ini awalnya hanya berkisar Rp150.000, kini menjadi Rp400.000 sampai Rp500.000 ribu.
“Itu untuk harga yang depan atau dekat jalan. Kalau yang belakang masih sekitar Rp300 ribuan/M2,” sambung Margono, tokoh masyarakat Dusun Bogo dikonfirmasi terpisah.
Harga pasaran tanah di wilayah tersebut, menurut dia, jauh di atas nilai jual objek pajak (NJOP).
“NJOP-nya sekitar Rp50 ribuan per meter,” pungkas pria yang tiga kali mencalon Kepala Desa Ngumpakdalem itu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Mokhamad Anwar Mukhtadlo menyampaikan, pembangunan jalan lingkar sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bojonegoro 2018-2023. Â
“Tahun depan akan dianggarkan study kelayakan rdi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang. Karena super prioritas kita untuk tahun 2018 – 2021 adalah pembangunan jalan kabupaten,” ucap Mukhtadlo.(suko)


