Jalur Lingkar Selatan Bojonegoro Dimungkinkan Berubah, Dinas PU Bina Marga Belum Beri Penjelasan

Jalan lingkar selatan Bojonegoro.
Konsep pembangunan jalan lingkar selatan Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com – Jalur lingkar selatan Bojonegoro, Jawa Timur, berpotensi berubah dari rencana awal. Awalnya, jalur lingkar selatan (JLS) akan menggunakan jalan yang sudah ada dengan menambah lebarnya. Namun, tersiar kabar proyek tersebut akan membangun jalan baru.

“Yang saya dengar, kok jalan layangnya di Pumpungan,” kata Kepala Desa Sukoharjo, Sulistiyawan kepada suarabanyuurip.com, Minggu (5/4/2026).

Dari informasi yang dia peroleh, jalur lingkar selatan tidak berada jauh dari jalan utama Bojonegoro-Padangan. Selain itu, jalannya lurus dan tidak banyak tikungannya.

“Dari Pumpungan, Leran, Sukoharjo, Ngablak, Pacul. Kemungkinan di Jetak ada jalan layang juga. Jadi keluar masuknya tidak jauh dari jalan utama,” tuturnya.

“Kalau menggunakan jalan Ngujo sampai Ngumpakdalem, terlalu jauh dari jalan utama. Apalagi di situ banyak tikungannya. Selain itu di situ juga padat perumahan,” lanjut Sulis.

Jika jalur lingkar selatan Bojonegoro melewati Desa Sukoharjo, kata Sulis, dimungkinkan akses yang dibangun di sebelah utara lapangan minyak Kedung Keris (KDK), Blok Cepu.

“Harga tanah di sini, waktu appraisal untuk tanah SD kemarin 500 ribu per meter persegi. Kalau NJOP-nya sekitar 80 an ribu,” pungkas Sulis.

Pembangunan jalan lingkar selatan ini sebelumnya telah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bojonegoro 2018-2023. Namun belum terealisasi, dan kemudian dimasukan lagi dalam RPJMD Bojonegoro 2025-2029.

Baca Juga :   Jalan Lingkar Selatan Bojonegoro akan Dibangun 2 Jalur dan 4 Lajur

Pembangunan jalan lingkar Bojonegoro rencana awal menggunakan jalur wilayah selatan yakni Ngujo, Kecamatan Kalitidu hingga Proliman, Kecamatan Kapas, sepanjang sekitar 37 kilo meter (Km).

Jalur tersebut menggunakan jalan Rajekwesi melewati sejumlah desa di beberapa kecamatan. Yakni Desa Ngujo Kecamatan Kalitidu, Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander; serta Desa Bangilan, Tapelan, Tanjungharjo, Kedaton (proliman), semuanya masuk Kecamatan Kapas.

Di Desa Ngujo dan Proliman nantinya dibangun jalan layang di atas rel kereta api sebagai pintu masuk dan keluar kendaraan besar dari arah barat dan timur.

Jalan lingkar selatan Bojonegoro awalnya direncanakan berbentuk ring road dengan dua jalur. Masing-masing selebar 8 meter dengan trotoar di kanan dan kiri jalan. Sehingga akan dilakukan pembebasan lahan di sepanjang jalur.

Data Dinas Perhubungan Bojonegoro tiga tahun lalu, tingkat rasio arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan perkotaan mencapai 0,9 lebih dengan kecepatan 20 kilo meter (KM) per jam dan rata-rata satu meter.

Peningkatan volume kendaraan disebabkan semua kendaraan besar baik dari arah Surabaya maupun Ngawi semuanya masuk wilayah kota Bojonegoro. Seperti Ahmad Yani, Gadjah Mada, Untung Suropati, Rajekwesi.

Untuk memastikan informasi perubahan jalur lingkar selatan, suarabanyuurip melakukan konfirnasi ke Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Helmy Elisabeth. Namun, Helmy menyarankan untuk menghubungi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Bojonegoro.

Baca Juga :   Pemdes Katur Bangun Jalan Usaha Tani

“Untuk teknisnya bisa langsung dengan pak Ivan Bina Marga njih yang bisa menjelaskan lebih detail,” saran Helmi.

Suarabanyuurip kemudian melayangkan konfirnasi ke Kepala Dinas PU Bina Marga Bojonegoro, Chusaifi Ivan R. Namun konfirmasi melalui telepon maupun pesan Whats Apps, sejak Jumat (3/4/2026) pukul 13.02 Wib, sampai berita ditayang belum ada balasan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Edi Susanto saat musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) menyampaikan, pembangunan jalan lingkar selatan telah masuk program priorotas (RKPD) tahun 2027. Feasibility study (studi kelayakan) dan desain pengembangan (desain development/DD) jalan lingkar telah diselesaikan Dinas PU Bina Marga Bojonegoro.

Desain pengembangan untuk mendapatkan gambar detail, spesifikasi material, dan estimasi konstruksi yang lebih akurat sebelum berlanjut ke tahap dokumen konstruksi.

“Kami targetkan di 2027 sudah ada kegiatan,” tegas Edi.

Pembangunan jalan lingkar selatan Bojonegoro bertujuan mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi di wilayah perkotaan.

“Juga untuk pemerataan ekonomi,” ujar mantan Sekretaris DPRD Bojonegoro itu.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait