SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Bojonegoro kini mendapat ruang lebih besar untuk mengemban amanah sebagai kepala sekolah. Hal itu terlihat dalam pelantikan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026) siang.
Dari total 504 pejabat fungsional yang dilantik, sebanyak 155 orang dipercaya menduduki jabatan kepala sekolah. Tiga di antaranya merupakan guru PPPK, sementara 152 lainnya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Salah satu guru PPPK yang mendapat kepercayaan tersebut adalah Ririn Widiastutik. Guru SDN Ngulanan I, Kecamatan Dander. Dia dilantik menjadi kepala sekolah di lembaga tempatnya selama ini mengajar.
Bagi Ririn, kepercayaan tersebut menjadi momentum penting bagi guru PPPK untuk menunjukkan bahwa status kepegawaian bukan penghalang untuk mengambil peran lebih besar dalam memajukan pendidikan.
Ririn mengaku, sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkab Bojonegoro yang telah mempercayakan guru PPPK menjadi kepala sekolah.
”Kami ingin memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan di Bojonegoro,” ujar Ririn.
Ririn juga menjadi salah satu Koordinator Guru PPPK Kabupaten Bojonegoro. Bersama guru-guru PPPK lainnya, dia ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus mengembangkan inovasi dan kreativitas di bidang pendidikan.
Apalagi, sebelum dipercaya menjadi kepala sekolah, Ririn memiliki pengalaman mengajar sebagai guru honorer selama puluhan tahun. Dia juga telah mengikuti program Guru Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan serta pendidikan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Bekal pengalaman dan pendidikan tersebut kini ingin segera diterapkan dalam menjalankan tugas barunya.
“Ilmu dan pengalaman yang kami dapat selama ini ingin segera dipraktikkan untuk turut mendukung pendidikan dasar di Bojonegoro,” ungkapnya.
Selain itu, menurut Ririn, peningkatan kapasitas guru juga diharapkan mampu memberikan dampak lebih luas terhadap pembangunan pendidikan di Bojonegoro.
Atas hal tersebut, dia mengaku, ingin ikut meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan, membantu menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), hingga turut meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bojonegoro.
“Kami berharap perhatian dan kesempatan akan terus diberikan kepada guru-guru PPPK, supaya inovasi dan kreativitas terus berkembang,” pungkasnya.
Pelantikan tiga guru PPPK sebagai kepala sekolah sekaligus menjadi bukti bahwa guru PPPK memiliki peluang untuk menduduki jabatan kepala sekolah sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu persyaratannya adalah mengikuti dan dinyatakan lulus pendidikan BCKS.
Dalam pelantikan yang berlangsung di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, sebanyak 504 pejabat fungsional dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bojonegoro mengambil sumpah jabatan.
Khusus jabatan kepala sekolah, total terdapat 155 orang yang dilantik. Rinciannya, 152 orang merupakan PNS dan tiga orang berasal dari guru PPPK.
Sementara itu, Bupati Setyo Wahono, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang telah dilantik. Menurutnya, pelantikan bukan sekadar proses administratif ataupun jenjang karier, melainkan momentum untuk meneguhkan amanah, memperkuat komitmen pengabdian, serta memulai tanggung jawab baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
”Jabatan adalah sebuah kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja nyata, integritas, profesionalisme, serta dedikasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.
Bupati asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab yang baru, menjaga integritas, loyalitas, serta netralitas sebagai aparatur sipil negara. Dia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi, kolaborasi, sinergi, dan inovasi dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
”Masyarakat Bojonegoro menaruh harapan besar kepada seluruh aparatur pemerintah. Karena itu bekerjalah dengan penuh dedikasi, cepat, tepat, berorientasi pada hasil, serta hadirkan pelayanan terbaik demi terwujudnya Bojonegoro yang bahagia,” tandasnya.(fin)





