Lomba Mancing Kamtibmas Polres Bojonegoro Perkuat Sinergi

Lomba mancing kamtibmas
PERKUAT SINERGI : Kapolres Bojonegoro, AKBP Yenni Diarty dan Wabup Nurul Azizah kick off memancing diantara para peserta.(arifin jauhari)

‎SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
‎
‎Bojonegoro — Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro menggelar Lomba Mancing bertema Kamtibmas di Kolam Pancing MCM Hotel & Resto, Jalan Pemuda, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (25/8/2026). Lomba ini menjadi ajang memperkuat sinergi dan silaturahmi.
‎
‎Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tersebut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai elemen masyarakat.
‎
‎Ketua Panitia, Kompol Mukodam, mengatakan, lomba mancing tersebut tidak sekadar menjadi sarana menyalurkan hobi, tetapi juga menjadi wadah memperkuat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat.
‎
‎Kegiatan tersebut dia katakan sekaligus menjadi ajang silaturahmi untuk menjaga kekompakan dan persatuan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
‎
‎”Kamtibmas ini tidak hanya tanggung jawab Polri, tetapi juga terwujud manakala semua pihak bersinergi sehingga membuat tugas menjadi lebih ringan,” ujar Kompol Mukodam menyampaikan laporan.
‎
‎Peserta lomba berasal dari berbagai unsur masyarakat. Di antaranya anggota perguruan pencak silat yang tergabung dalam Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP), gabungan awak media dari organisasi konstituen resmi Dewan Pers, organisasi mahasiswa, yayasan, forum komunitas dan elemen masyarakat, komunitas ojek online, serta kalangan dunia usaha.
‎
‎”Harapannya, dari acara ini sinergitas tetap terjaga, tetap bersatu. NKRI harga mati,” tegasnya.
‎
‎Sementara itu, Kapolres Bojonegoro, AKBP Yenni Diarty mengatakan, kehadiran berbagai elemen dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya soliditas dan sinergi antarpemangku kepentingan di Bojonegoro.
‎
‎Dia  menyebut sebanyak 120 peserta mengikuti lomba mancing. Menurutnya, jumlah peserta itu menjadi gambaran besarnya keberagaman masyarakat Bojonegoro yang dapat disatukan dalam suasana guyub dan penuh keakraban.
‎
‎”Kita ciptakan semakin guyub, kompak, dan bersatu tanpa adanya sekat,” katanya.
‎
‎Kapolres perempuan pertama yang memimpin Polres Bojonegoro ini menegaskan, meski dikemas dalam bentuk perlombaan, kegiatan tersebut bukan semata-mata tentang siapa yang mendapatkan ikan terbesar. Lebih dari itu, lomba menjadi momentum untuk duduk bersama, berdampingan, melepas penat, sekaligus mempererat tali silaturahmi.
‎
‎”Kalau boleh kami ibaratkan, menjaga kamtibmas itu mirip seperti sedang memancing,” bebernya.
‎
‎Menurut AKBP Yenni, memancing dan menjaga kamtibmas memiliki filosofi yang hampir sama. Keduanya membutuhkan kesabaran, ketenangan, serta kejelian dalam membawa situasi.
‎
‎”Bedanya kalau memancing, kita berharap umpan segera disambar. Sedangkan dalam menjaga kamtibmas, kita justru berharap semuanya berjalan lancar,” jelasnya
‎
‎Kapolres yang belum lama menjabat di daerah penghasil minyak dan gas bumi (Migas) ini menambahkan, seperti halnya menarik ikan besar yang membutuhkan kerja sama dan tangan-tangan yang kuat, menjaga kamtibmas juga membutuhkan peran bersama seluruh pemangku kebijakan dan elemen masyarakat.
‎
‎”Harapan kami sederhana, semoga sinergi semakin erat, komunikasi semakin hangat, dan rasa aman di dalam masyarakat semakin kokoh kita jaga bersama,” tandasnya.
‎
‎Dalam lomba tersebut, juara pertama mendapatkan hadiah uang tunai Rp1 juta, juara kedua Rp750 ribu, sedangkan juara ketiga memperoleh uang pembinaan Rp500 ribu. Selain itu, panitia juga menyediakan hadiah untuk juara maskot sebesar Rp1 juta.
‎
‎Lomba mancing ditandai dengan pelepasan ikan maskot oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kick off lomba mancing oleh dua tokoh perempuan di Bumi Angling Dharma, sebutan lain Kabupaten Bojonegoro.(fin)

Pos terkait