Sri Wahyuni Sejalan Gagasan AHY Ekonomi Naik Kelas

Sri Wahyuni
Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni (tengah) sejalan gagasan AHY ekonomi naik kelas.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro  – Gagasan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai “Ekonomi Naik Kelas” sejalan dengan perhatian Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Sri Wahyuni, terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

‎Politisi perempuan Partai Demokrat asal Bojonegoro itu selama ini mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemanfaatan ekonomi digital, pembukaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‎Dalam catatan Sri Wahyuni, AHY menilai  keberhasilan pembangunan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi maupun hilirisasi. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu membuka pekerjaan berkualitas, memperkuat daya beli dan meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

‎“Sebab pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan. Pekerjaan memberikan kemandirian, harga diri, dan harapan,” tutur Sri Wahyuni menirukan ungkapan AHY.

‎Karena itu, kata dia, AHY menilai konsep Ekonomi Naik Kelas harus dimaknai lebih luas. Bukan sekadar mengejar kenaikan indikator ekonomi, tetapi memastikan peningkatan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca Juga :   DPRD Jatim Sri Wahyuni Siap Kawal Usulan Sarpras SMAN 1 Malo Bojonegoro

‎Gagasan itu sejalan dengan perhatian Sri Wahyuni terhadap pelaku ekonomi rakyat, khususnya UMKM di Jawa Timur. Dia menilai, usaha kecil harus terus mendapatkan dorongan agar kualitas produk dan daya saingnya semakin meningkat.

‎“Ini bukan sekadar penghargaan seremonial, tetapi bukti bahwa UMKM di Bojonegoro mulai naik kelas. Sertifikasi halal sekarang sudah menjadi kebutuhan pasar, bukan hanya kewajiban,” kata Sri Wahyuni kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (11/9/2026).

‎Namun, dalam upaya menaikkan kelas UMKM tidak cukup melalui pemberian sertifikasi atau penghargaan. Pelaku usaha tetap membutuhkan pendampingan agar mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pasar.

‎“Penghargaan ini harus menjadi pemantik untuk konsistensi. Pemerintah daerah perlu memastikan UMKM tidak hanya tersertifikasi, tetapi juga mampu menjaga kualitas dan kontinuitas produksi,” tegasnya.

‎Selain UMKM, politisi yang sarat pengalaman di dunia medis itu menilai, perkembangan ekonomi digital telah menciptakan ruang baru bagi masyarakat untuk berusaha dan memperoleh pekerjaan. Potensi tersebut dinilai sangat besar, terutama bagi generasi muda.

‎Berbagai aktivitas ekonomi kini dapat dijalankan dari rumah, mulai perdagangan melalui platform digital, content creator, freelancer hingga bisnis yang sepenuhnya berbasis internet.

Baca Juga :   Sri Wahyuni Serap dan Kawal Aspirasi Warga Sukoharjo dan Leran Bojonegoro hingga Jatim

‎Di era digital sekarang, banyak pelaku usaha yang tidak lagi memiliki toko fisik. Mereka berjualan dari rumah, menjadi content creator, freelancer, atau menjalankan bisnis berbasis internet.

‎”Semua potensi ekonomi baru ini harus tercatat agar pemerintah memiliki gambaran yang utuh,” kata peraih Angling Dharma PWI Award 2026 ini.

‎Anggota dewan terpilih dari daerah pemilihan (Dapil) Bojonegoro dan Tuban ini menilai, ketersediaan data yang akurat menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan pemerintah tepat sasaran. Data tersebut dibutuhkan untuk mengetahui kondisi dan perkembangan berbagai sektor ekonomi masyarakat.

‎“Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan, tetapi fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Data yang akurat akan membantu pemerintah menentukan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait