Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Dukung KEM Sukosewu Bojonegoro

Sri Wahyuni
Wakil Ketua IV DPRD Jatim, Sri Wahyuni membeli dagangan para pelaku UMKM di KEM Sukosewu Bojonegoro.(ist/hestik)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Sri Wahyuni memberikan dukungan terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) di Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro.

‎Legislator Jawa Timur (Jatim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bojonegoro-Tuban itu bahkan terlibat langsung menyemarakkan KEM dengan hadir dan membeli sejumlah dagangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

‎Politisi perempuan dari Partai Demokrat itu menilai, kawasan yang memadukan UMKM, hiburan, wisata, dan ruang publik itu menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjawab sejumlah persoalan prioritas daerah, seperti kemiskinan, pengangguran, peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, serta konektivitas wilayah berbasis lingkungan hidup dan wisata.

‎”Kegiatan ini tidak sekadar menjadi tempat masyarakat berjualan. KEM juga dapat menjadi ruang bertemunya pelaku UMKM dengan konsumen sekaligus memperkenalkan potensi seni, budaya, dan wisata lokal,” kata Sri Wahyuni kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (9/8/2026).

‎Sementara itu, Camat Sukosewu, Alit Saksama Purnayoga menuturkan, kawasan ekonomi masyarakat tersebut pertama kali diluncurkan pada 21 Juni 2026 oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah dan Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro.

‎”Awalnya ada 88 pedagang. Sekarang sudah berkembang menjadi sekitar 180 pedagang,” tutur Alit.

‎Menurut pria yang pernah menjabat Sekretaris Diskominfo ini, kegiatan tersebut hingga kini telah berjalan sebanyak tujuh edisi. Kegiatan digelar dalam bentuk car free night (CFN) pada Sabtu malam dan car free day (CFD) pada Minggu pagi.

‎Keberadaan kawasan tersebut memberikan dampak ekonomi langsung kepada para pedagang. Dalam setiap edisi, omzet atau keuntungan yang diperoleh pedagang bervariasi, bahkan dapat mencapai sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta.

‎Selain menjadi ruang bagi pelaku UMKM berjualan, kegiatan tersebut juga dikembangkan sebagai ruang hiburan dan wisata masyarakat. Pengelolaannya melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Kali Pacal dengan menghadirkan berbagai kesenian lokal, seperti angklung, jaranan, reog, warok, hingga campursari.

‎”Harapannya kegiatan ini terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang datang, sehingga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat,” ucap Alit.

‎Pada edisi kali ini, kawasan ekonomi masyarakat Sukosewu mencatat jumlah pengunjung yang lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya.

‎”Kegiatan kali ini juga diramaikan agenda jalan santai bersama JTV dengan dukungan penuh sponsor hadiah dari sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD),” tandasnya.(fin)

Pos terkait