Dihantam Kekeringan Kebutuhan Air Bersih Naik 12,7 Persen

Dropping air bersih
BPBD Bojonegoro dropping air bersih untuk warga di wilayah Kecamatan Tambakrejo, yang terdampak kekeringan tahun ini. (suarabanyuurip.com/ist)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Kebutuhan distribusi air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro meningkat pada September 2026. Selama periode 1–17 September, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 142 kali melakukan dropping air bersih.

Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama pada Agustus 2026 yang tercatat 126 kali dropping. Jika dikalkulasi terjadi peningkatan 16 kali pengiriman atau sekitar 12,7 persen.

“Peningkatan ini menunjukkan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak kekeringan masih cukup tinggi memasuki pertengahan September,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (17/9/2026).

Menurut Heru, rata-rata pengiriman juga meningkat dari sebanyak 7,4 kali per hari pada 1–17 Agustus, menjadi sekitar 8,4 kali per hari pada 1–17 September.

“Kebutuhan pasokan air bersih belum menurun meski distribusi terus dilakukan BPBD Bojonegoro,” tegasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   BPBD Bojonegoro Assessment Tanah Longsor di Malo

Pos terkait