Kala Daun Kelor Bojonegoro Merambah Pasar Dagang Dunia

Produk daun kelor Bojonegoro.
Anita memamerkan mie instan dari daun kelor di pameran UMKM SKK Migas Jabanusa di Yogyakarta.(foto: yusab bojonegororaya.com)

UMKM sekitar ladang gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) terus tumbuh dan berkembang. Mereka semakin mandiri setelah tersentuh program pendampingan dari Pertamina EP Cepu.

Pohon Kelor mudah tumbuh di mana saja. Tidak butuh banyak air, pupuk dan perawatan ekstra.

Sayangnya, pohon ‘ajaib’ itu selama ini belum maksimal dimanfaatkan. Daun kelor sekadar digunakan bikin sayur dan pakan ternak oleh masyarakat pedesaan.

Namun di tangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Bojonegoro, Jawa Timur, daun kelor bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan.

Pelaku UMKM itu adalah Anita Wahyu Deviani. Pemilik Herbasina Nutrindo. Perempuan asal Desa Ngradin, Kecamatan Padangan, ini berhasil mengolah daun kelor menjadi aneka makanan dan minuman.

Anita seorang guru di SMKN Kasiman sejak 2024. Mengajar mata pelajaran IPAS: gabungan mata pelajaran IPA dan IPS. Setelah pelajaran Kimia dihapus.

Namun, perjalanan Anita memproduksi olahan daun kelor dimulai saat menjadi guru di SMKN Ngasem pada 2019. Mengajar mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) di Jurusan Kimia Industri.

Anita membuat produk kelor untuk pendidikan vokasi anak didiknya. Pendidikan vokasi ini wajib diberikan kepada pelajar SMK untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis agar siap bekerja, berwirausaha, dan beradaptasi langsung dengan kebutuhan industri.

Anita memilih kelor sebagai produk wirusaha karena mudah dijumpai di lingkungan sekitar. Pohon yang memiliki nama ilmiah Moringa Oleifera, ini belum dimanfaatkan maksimal. Daunnya sekadar digunakan bikin sayur bening dan pakan kambing.

“Saat itu saya berpikir, eman kalau itu nggak diolah jadi produk yang lebih bermanfaat, karena bahan bakunya mudah,” kata Anita membuka perbincangan dengan suarabanyuurip.com, Sabtu (26/9/2026).

Anita pertama kali membuat produk berupa kapsul kelor. Berbekal ilmu yang diperoleh di Kimia-FMIPA Institute Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dia mengajak anak didiknya untuk mengolah daun kelor menjadi kapsul herbal.

Hasil produksi kapsul kelor banyak diminati. Namun terkendala perizinan. Harus terdaftar badan pengaws obat dan makanan (BPOM).

“Saat itu hanya untuk kalangan sendiri. Anak-anak memasarkannya di lingkungan keluarga mereka dan teman-temannya,” ujarnya.

Pandemi Bawa Berkah

Selang setahun Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Semua daerah melakukan pembatasan aktivitas. Termasuk di Kabupaten Bojonegoro. Sekolah menerapkan pembelajaran daring.

Produk daun kelor Bojonegoro.
Kapsul herbal dan cokelat daun kelor yang diproduksi UMKM Herbasina Nutrindo binaan Pertamina EP Cepu.(dok.sbu)

Masa sulit itu ternyata menjadi titik balik. Anita banjir pesanan kapsul kelor. Baik dari konsumen yang sebelumnya pernah merasakan manfaat kapsul kelor, maupun pelanggan baru yang membutuhkan suplemen herbal untuk meningkatkan imun tubuh.

Anita mulai memperbanyak produksi kapsul kelor untuk memenuhi pesanan. Ia dibantu suami dan mempekerjakan ibu rumah tangga sekitar rumahnya untuk sortir daun kelor.

“Di SMK itu kan ada program magang selama enam bulan, jadi saya juga ajak anak-anak magang di tempat saya,” tutur Anita.

“Proses magang itu juga saya jadikan seleksi. Kalau anaknya rajin dan kerjaannya bagus saya rekrut sampai sekarang. Sehingga saya menciptakan lapangan pekerjaan untuk siswa-siswi saya sendiri,” lanjut ibu dua anak itu.

Anita memiliki dua karyawan tetap, dan lima karyawan freeline. Dia mendirikan UMKM bernama Herbasina Nutrindo pada 30 Januari 2020. Usaha ini difokuskan memproduksi olahan daun kelor.

Produk olahan daun kelor Herbasina Nutrindo terus berkembang. Anita kemudian melengkapi ligalitasnya untuk mengurus izin pangan industri rumah tangga (PIRT).

Produksinya bukan sekadar kapsul kelor. Tapi aneka makanan dan minuman dari daun kelor. Seperti MoriChoco (cokelat kelor), virgin cocunut oil (minyak kelor), mie kelor, sempol kelor, teh kelor, dan ice cream kelor. Serta minuman herbal Jareku (Jahe, Sere, dan Kunyit). Semua produk itu dikemas apik untuk menarik konsumen.

“Kebetulan saya pernah bekerja dibagian packaging di Sinantar Top Sidoarjo, jadi tahu cara tentang pengemasan,” kata wanita 41 tahun itu.

Selain kemasan, produk Herbasina Nutrindo menyesuaikan selera pasar. Seperti MoriChoco membidik kalangan remaja. Ice cream kelor untuk anak-anak.

“Anak-anak kalau makan sayur kelor itu kan nggak suka. Tapi kalau makan cokelat, es atau sempol mereka sangat suka. Saya kemudian berpikir bagaimana agar nutrisi daun kelor ini bisa tetap masuk, dan mereka suka,” ungkap Anita.

“Akhirnya daun kelor itu saya bikin cokelat, sempol, ice cream, teh celup dan mie. Jadi mereka makan sayur tapi tidak terasa makan sayur,” tutur perempuan yang pernah bekerja sebagai analis mutu di Eurofins Angler Biochemlab, perusahaan jasa laboratorium pengujian swasta independen itu.

Pasar produk Herbasina Nutrindo terus meluas. Bukan hanya di Bojonegoro. Tapi toko-toko modern di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Surabaya, Malang, dan toko online. Juga melalui reseler dari Natuna Kepulauan Riau.

“Saya juga pernah memasarkan di luar negeri. Waktu itu Bupati Bojonegoro, Bu Anna Mu’awanah mengajak saya pameran ke Jerman,” ungkap Anita.

Dari semua produk olahan daun kelor Herbasina Nutrindo, MoriChoco yang paling diminati. Dalam sehari, Anita bisa memproduksi 5 kilogram cokelat MoriChoco.

Kelor Kaya Manfaat

Berdasarkan studi ilmiah yang dipublikasikan Direktorat Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, tanaman kelor telah lama dikenal karena khasiat kesehatannya yang luar biasa. Tanaman ini berasal dari daerah subtropis dan tropis, dan telah digunakan secara tradisional sebagai obat herbal dalam berbagai budaya.

Baca Juga :   Turun Temui Warga, Komut dan Manajemen PEPC Pastikan Program PPM Gerakkan Ekonomi
Produk daun kelor Bojonegoro.
Kabiro TvOne Jatim, Henty (dua dari kiri) saat membeli produk olahan daun kelor Herbasina Nutrindo di pameran UMKM Jabanusa.(dok.sbu)

Berbagai bagian dari tanaman kelor, seperti akar, daun, dan biji, digunakan untuk berbagai tujuan terapeutik, termasuk pengobatan penyakit inflamasi, infeksi, gangguan gastrointestinal, dan masalah kardiovaskular.

Minyak biji kelor, khususnya, mengandung fenol, termasuk flavonoid, yang memiliki aktivitas dalam menangkal radikal bebas. Salah satu manfaat utama kelor yang semakin menarik perhatian adalah kemampuannya untuk meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah

Berbagai penelitian juga telah dilakukan untuk mengetahui efek dari kelor terhadap kesehatan terutama terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah. Penelitian eksperimental pada hewan studi, menunjukkan adanya efek antihipertensi serta peningkatan fungsi jantung dan pembuluh darah. Ekstrak dari tanaman kelor mengandung bahan aktif seperti coumarin dan polyphenol yang memiliki efek antioksidan dan anti inflamasi yang berkontribusi dalam perbaikan dan pencegahan terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah.

Studi lainnya menunjukkan kandungan bioaktif pada daun kelor seperti flovanoid memiliki efek antioksidan yang berperan dalam penanganan penyakit yang berkaitan dengan reaksi oksidatif salah satunya adalah penyakit jantung dan pembuluh darah.

Quercetin yang diekstrak dari daun kering kelor memiliki efek antioksidan kuat, menurunkan kolesterol atau lemak jahat, menurunkan tekanan darah tinggi, dan efek antidiabetik yang ditelititi pada hewan studi yang obesitas.

Kandungan karoten pada ekstrak daun kelor juga melindungi membran lipid dari peroksidasi dan sekaligus menghentikan reaksi rantai dari radikal bebas. Ekstrak daun kelor juga mengandung beta sitosterol yang menurunkan kadar kolesterol dengan cara menurunkan konsentrasi LDL dalam plasma dan menghambat reabsorbsi kolesterol dari sumber endogen. Kandungan flavonoids dan polyphenols secara signifikan dapat meningkatkan Superoxide Dismutase (SOD) dan katalase serta menurunkan kadar lipid peroksidase sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol

Kandungan bioaktif dari ekstrak daun kering kelor memiliki efek perlindungan jantung pada hewan studi dengan serangan jantung yang diinduksi. Ekstrak Butalonic dari kelor memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi pada penelitian hewan studi yang mengalami kerusakan otot jantung. Daun kelor dengan kandungan aktif niarzimin A, niarzimin B dan niazimincin memiliki efek untuk menurunkan kadar kolesterol pada hewan studi (tikus) yang memiliki tekanan darah tinggi.

Penelitian lebih lanjut pada hewan studi (tikus) dilakukan untuk mengetahui aktivitas kelor dalam menurunkan tekanan darah melalui peningkatan produksi NO (Nitrit Oxide) dengan memberikan ekstrak air daunnya. Pemberian ekstrak air kelor melalui cairan infus menunjukkan efek penurunan tekanan darah dalam jangka waktu yang lebih lama.

Kepala Biro TvOne Jatim, Hentty Kartika mengakui jika produk olahan daun kelor memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Seperti minyak kelor dapat melunturkan lemak, kolesterol, asam urat, dan mengandung antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

“Saya setiap hari sebelum tidur minum rutin dua sendok. Ini penting banget bagi wanita, terutama yang usianya di atas 40 tahun, yang konsen terhadap kesehatan,” tuturnya menjawab pertanyaan suarabanyuurip.com saat membeli produk Herbasina Nutrindo di Pameran dan Lokakarya Media 2026 yang digelar SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) di Hotel Tentrem Yogyakarta, Kamis (17/9/2026).

Selain minyak kelor, lanjut Henty, teh kelor juga menjadi sajian rutin bagi dirinya setiap pagi.

“Sudah biasa mengkonsumi ini. Kebetulan semua ada di sini, jadi sekalian beli,” ucapnya.

Menurutnya, Anita kreatif dan inovatif memproduksi daun kelor. Tidak hanya menjadi kapsul dan minuman herbal, tetapi makanan seperti cokelat, mie, sempol dan ice cream.

“Kemasannya juga bagus dan menarik. Saya penasaran yang mie kelornya ini, kata Bu Anita rasanya enak, warnanya hijau seperti daun kelor. Kapan-kapan saya ingin mencobanya,” pungkas Henty.

Jadi UMKM Binaan PEPC

Herbasina Nutrindo adalah salah satu UMKM binaan Pertamina EP Cepu, operator lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB). Bergabung dengan UMKM Bolo JTB sejak 2024. Dapat pendampingan dari Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B).

UMKM Bolo JTB.
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyiadi bersama Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan mencicipi minuman herbal produk Herbasina Nutrindo binaan Pertamina EP Cepu.(dok.sbu)

Pertamina EP Cepu memberikan beragam pelatihan melalui program pelibatan dan pengembangan masyarakat (PPM) hulu migas. Mulai dari digital marketing, public speaking, manajemen pemasaran, hingga manajemen keuangan. Pelatihan menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya.

Selain itu, Pertamina EP Cepu juga membantu peralatan untuk mendukung pengembangan usaha mereka. Program pendampingan tersebut dirancang untuk meningatkan kapasitas pelaku UMKM dan daya saing produknya agar naik kelas.

Head and CommRel & CID Pertamina EP Cepu Zona 12, Weanny Hikmat menegaskan, program pendampingan UMKM Bolo JTB merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberdayakan UMKM sekitar operasi lapangan gas JTB agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami berharap program ini dapat membangun kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Karena kami ingin tumbuh bersama masyarakat sekitar,” ujarnya di sela-sela pameran UMKM Jabanusa di Yogyakarta.

Baca Juga :   Pertamina EP Cepu JTB Tanam 157,7 Ribu Pohon di Lahan 127,48 Ha di Cianjur

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyiadi menyampaikan, industri hulu migas bukan sekadar tentang pengeboran, produksi atau investasi semata. Industri ini telah memberikan dampak besar terhadap perekonomian nasional, pembangunan daerah, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan hulu migas tidak hanya diukur dari jumlah produksi. Tetapi sejauh mana keberadaanya memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” tegas Heru didampingi Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa , Anggono Mahendrawan di sela-sela mengunjungi stand pameran UMKM.

Dia menambahkan, program PPM yang dilaksanakan kontraktor kontrak kerja (KKKS) merupakan kontribusi hulu migas untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, mendorong perekonomian, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan lingkungan sekitar operasi migas.

“Sehingga dapat menciptakan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tandasnya.

Menembus Pasar Dagang Global

Selain memberikan serangkaian pelatihan dan bantuan peralatan pendukung untuk pengembangan usaha, Pertamina EP Cepu juga membantu membuka akses pasar. Diantaranya melalui pelibatan dalam pameran berskala lokal hingga nasional.

UMKM Binaan Pertamina EP Cepu.
Herbasina Nutrindo, UMKM binaan Pertamina EP Cepu Zona 12 mengikuti Forum Temu Bisnis Pertamina SMEXPO 2026 secara daring melalui platform Zoom.

Pameran tersebut mempertemukan para pelaku UMKM dan pembeli dari berbagai daerah. Mereka bisa saling bertukar pengalaman dan membangun jejaring untuk mengembangkan usahanya.

Salah satu pelaku UMKM Bolo JTB yang mendapat kesempatan itu adalah Anita. Produk daun kelornya tepilih menjadi UMKM Academy 2025 dan 2026, SMEXPO 2026. Terbaru di pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Pameran TEI dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jendral Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) pada 14-18 Oktober 2026 mendatang di BSD City. Peserta pameran sebelumnya telah dilakukan seleksi melalui serangkaian tahapan. Anita lolos.

TEI adalah pameran dagang internasional berbasis B2B (business-to-business) terbesar di Indonesia. Kegiatan ini berfokus pada promosi produk ekspor dan jasa unggulan nasional ke pasar global.

“Ini merupakan kesempatan emas bagi saya untuk mengenalkan produk olahan kelor ke pasar lebih luas di tingkat nasional dan internasional,” ujar Anita.

Menurut dia, kesempatanya mengikuti ajang TEI ini juga sebuah bentuk kepercayaan pemerintah dan berbagai pihak terhadap produk olahan daun kelor Herbasina Nutrindo.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk, pengelolaan usaha, kemasan, pemasaran, serta kesiapan dalam memenuhi kebutuhan pasar yang semakin kompetitif,” tegas perempuan berhijab itu.

Anita sebelumnya juga mendapat fasilitisasi pameran di Bojonegoro Wastra Batik Festival dari Pertamina EP Cepu selama dua tahun berturut-turut pada 2025 dan 2026. Pameran ini mampu mendongkrak omset penjualannya hingga mencapai Rp 35 juta per bulan.

“Itu omset terbesar. Kalau rata-rata 15 juta rupiah per bulan,” bebernya.

Anita mengaku bersyukur UMKM Herbasina Nutrindo miliknya bisa menjadi binaan Pertamina EP Cepu. Banyak bantuan yang telah diberikan untuk mengembangkan usahanya.

“Terima kasih Pertamina telah membimbing kami mengembangkan usaha. Ini sangat membantu dan berarti bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Terkendala Bahan Baku

UMKM Herbasina Nutrindo sukses mengembangkan ragam produk daun kelor. Pasarnya semakin luas. Orderan bertambah banyak.

Produk olahan daun kelor.
UMKM Herbasina Nutrindo terkendala bahan baku daun kelor seiring meningkatnya pesanan.(ist)

Dibalik keberhasilan tersebut, Anita mengaku memiliki tantangan masalah ketersediaan bahan baku. Daun kelor.

Anita mengaku untuk mendapatkan daun kelor segar harus berburu ke beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro seperti ke Kecamatan Kasiman, Ngasem, dan Gayam. Bahkan sampai ke wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Kalau musim kemarau kayak gini, kami harus cari keliling, karena daun kelor segar sulit didapat. Ini yang menjadi tantangan kami sekarang,” ujarnya.

Anita berencana menggandeng petani atau kelompok masyarakat untuk bermitra dengan UMKM Herbasina Nutrindo. Sistemnya petani menanam kelor dan Herbasina Nutrindo sebagai penampungnya.

“Rencananya kedepan seperti itu. Dari kelor yang ditanam petani daunnya akan kami beli. Sehingga mereka dapat tambahan penghasilan,” ujarnya.

Anita berharap UMKM Herbasina Nutrindo bisa semakin berkembang dan meningkatkan produksi dengan tercukupinya bahan baku. Sehingga dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.

“Selama ini anak-anak setelah lulus sekolah mau kerja jauh nggak dibolehin sama orangtuanya. Jadi kalau usaha ini bertambah besar bisa menciptakan lapangan kerja untuk murid-murid saya,” pungkasnya.

Perkuat Kolaborasi

Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Menengah (Dindagkop UM) Bojonegoro, jumlah pelaku UMKM di Bojonegoro mencapai 91.751 unit. Mereka bergerak diberbagai sektor.

PEPC Zona 12 dan Lima 2B.
TINGKATKAN DAYA SAING: Pelaku UMKM Bolo JTB mendapat pelatihan Public Speaking dan Manajemen Pemasaran yang dilaksanakan PEPC Zona 12 dan Lima 2B.(dok.sbu)

Kepala Dindagkop UM Bojonegoro, M. Akhmadi mengapresiasi program PPM hulu migas yang dilaksanakan Pertamina EP Cepu untuk memberdayakan UMKM di sekitar lapangan gas JTB. Pemberdayaan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mendorong UMKM semakin tumbuh dan berkembang.

“Sehingga masyarakat tidak sekadar menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.

‎Menurut Akhmadi, mengembangkan dan memajukan UMKM tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkab Bojonegoro. Dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk bekolaborasi, bersinergi dan saling melengkapi. Seperti pemberian pelatihan, pendampingan legalitas, akses pembiayaan, memfasilitasi ketersediaan bahan baku, hingga pemasaran.

“Ini perlu diperkuat agar UMKM Bojonegoro, khususnya di sekitar kawasan migas mampu tumbuh dan berdaya sehingga menjadi penopang ekonomi lokal yang berkelanjutan,” tegasnya.

Akhmadi mengakui, keberadaan industri migas telah menciptakan multiplier effect bagi masyarakat Bojonegoro. Namun migas adalah energi tak terbaharukan yang suatu saat dipastikan habis. Sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada migas, dan bisa menciptakan peluang ekonomi dari sektor lain yang ada di Bojonegoro.

“Dengan begitu mereka akan mampu memiliki sumber penghasilan dan membuka lapangan pekerjaan. Ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan Bojonegoro,” pungkas Akhmadi.(dwi suko nugroho)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait