Sumur Migas Banyu Geni Ditajak Desember 2026 

Sumur Migas Bayu Geni
Lokasi persiapan tajak Sumur Migas Banyu Geni di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(suarabanyuurip.com/ist)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Proyek pengeboran Sumur Migas Banyu Geni (BGE-1) yang dilaksanakan PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat ini memasuki tahap persiapan akhir. Sesuai rencana drilling sumur tersebut mulai atau tajak pada bulan Desember 2026.

Manager Communication, Relation & Community Involvement & Development Regional 4, Rahmat Drajat, mengatakan, sejumlah tahapan persiapan proyek telah diselesaikan. Termasuk perizinan, dan penyiapan lokasi pengeboran.

Perizinan dimaksud meliputi Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

“Perizinan UKL-UPL, LP2B, dan LSD sudah selesai. Site prep juga sudah selesai,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (26/9/2026).

UKL-UPL merupakan Upaya Pengelolaan Lingkungan, dan Upaya Pemantauan Lingkungan. Sedangkan LP2B adalah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, dan LSD merupakan Lahan Sawah Dilindungi.

Saat ini tinggal menunggu alokasi rig untuk melaksanakan pengeboran. Rencananya rig yang akan digunakan saat ini sedang beroperasi di Lapangan Pertamina EP Sukowati Pad-B.

Baca Juga :   Tuban Terima Perangkat Pembuat e-KTP Bekas

Sumur Banyu Geni sebelumnya menjadi salah satu proyek pengeboran migas di Bojonegoro yang terkendala status Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Sumur dengan nama BGE-1 tersebut membutuhkan lahan sekitar 3,5 hektare.

Kendala LSD untuk proyek tersebut kemudian diselesaikan melalui koordinasi lintas instansi yang melibatkan Kantor Staf Presiden (KSP), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Senior Manager External Communication & Stakeholder Relation Pertamina Hulu Energi (PHE), Fitri Erika, sebelumnya mengatakan, percepatan penyelesaian perizinan penggunaan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan proyek migas.

Sementara Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyebut, proyek-proyek pengeboran yang sebelumnya terkendala LSD, termasuk Banyu Geni, menjadi bagian dari upaya mempercepat pengembangan sumber daya migas, dan meningkatkan produksi nasional.

‎”Mohon dukungan dan doa. Insya Allah seluruh proses berjalan lancar dan pengeboran dapat segera dimulai secepatnya,” harap Djoko Siswanto.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Progress Jagung Mendapat Perhatian Kedubes

Pos terkait