SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, berharap proyek strategis nasional (PSN) Sumur Banyu Geni dapat berjalan sesuai dengan tahapan dan target waktu yang telah ditetapkan.
Percepatan proyek pengeboran Sumur Banyu Geni atau BGE-1 yang dioperasikan PT Pertamina EP di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tersebut dinilai penting agar potensi produksi minyak dan gas bumi (Migas) baru dapat segera memberikan manfaat bagi daerah, dan masyarakat sekitar.
“Kami berharap progres proyek ini bisa berjalan sesuai timeline yang sudah ditetapkan,” kata Lasuri kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (28/09/2026).
Legislator gaek dari Bumi Malawapati itu juga wanti-wanti, jangan sampai terjadi keterlambatan, sehingga target pengeboran dan pengembangan sumur bisa segera direalisasikan.
Politisi kawakan ini berharap pula, agar keberadaan proyek tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat di sekitar lokasi, terutama melalui terbukanya kesempatan kerja. Warga lokal diharapkan dapat memperoleh peluang untuk terlibat sesuai dengan kebutuhan, dan kualifikasi pekerjaan yang tersedia.
“Yang tak kalah penting keberadaan kegiatan migas tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan, ketika Sumur Banyu Geni nantinya mulai beroperasi dan produksi, keberadaannya ikut mendukung pendapatan daerah. Hal tersebut menjadi penting di tengah kondisi produksi minyak dan gas bumi di wilayah Blok Cepu yang mulai mengalami penurunan.
“Sehingga kita membutuhkan sumber produksi baru untuk menjaga keberlanjutan sektor migas dan manfaat ekonominya bagi Bojonegoro,” pungkasnya.
Sementara itu, Proyek pengeboran Sumur Banyu Geni (BGE-1) yang dioperasikan PT Pertamina EP di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memasuki tahap persiapan akhir. Pengeboran sumur tersebut ditargetkan mulai atau tajak pada Desember 2026.
Manager Communication, Relation & Community Involvement & Development Regional 4, Rahmat Drajat, mengatakan, sejumlah tahapan persiapan proyek telah diselesaikan. Termasuk perizinan dan penyiapan lokasi pengeboran.
“Perizinan UKL-UPL, LP2B, dan LSD sudah selesai. Site prep juga sudah selesai,” jelas Rahmat saat diwawancarai akhir pekan lalu.
Saat ini pihaknya tinggal menunggu alokasi rig untuk melaksanakan pengeboran. Rencananya rig yang digunakan merupakan rig yang saat ini sedang beroperasi di Lapangan Pertamina EP Sukowati.
Adapun rig milik Pertamina Drilling yang dimaksud ialah Rig SKW-B30 yang digunakan untuk pengeboran Sumur SKW-039 di wilayah kerja Pertamina EP Sukowati Field. (fin)





