Gayatri Dorong Perputaran Ekonomi Bojonegoro Rp306 Juta Per Hari

Gayatri Bojonegoro.
Gayatri menjadi program prioritas Pemkab Bojonegoro untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan mengentas kemiskinan.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) dari Pemkab Bojonegoro di wilayah setempat, mampu menciptakan nilai produksi telur mencapai Rp306,26 juta per hari.

Program yang menyasar 5.400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada 2025, dan berlanjut 4.400 KPM di 2026 ini terbukti membuka peluang tambahan pendapatan harian keluarga penerima.

Tercatat Gayatri menghasilkan 216.950 butir telur per hari atau setara 12.761 kilogram. Dengan nilai produksi mencapai Rp306.264.000 per hari. Usaha ayam petelur tersebut, diharapkan menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Dari sisi ekonomi keluarga, setiap KPM secara umum memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp20.000 hingga Rp25.000 per hari dari penjualan telur. Artinya, program ini tidak hanya memberikan bantuan usaha.

“Tetapi juga mendorong ribuan keluarga miskin memiliki sumber pendapatan produktif yang dapat diperoleh secara harian,” kata Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Elfira Nuraini kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (3/10/2026).

Dampak ekonomi Gayatri juga terlihat dari peningkatan produksi telur daerah. Produksi telur ayam meningkat dari sebelumnya 2.318 ton pada 2024, kini menjadi 5.444 ton atau bertambah sekitar 134 persen sehingga mampu mengurangi defisit sebelumnya.

Baca Juga :   Temukan Tengkorak Korban Perahu Tenggelam

“Nilai produksi telur ayam saat ini mencapai sekitar Rp306 juta per hari dan menjadi bagian dari perputaran ekonomi sektor peternakan,” lanjut Elfira, sapaan akrabnya.

Marni
Warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Marni mendapat tambahan penghasilan dari Program Gayatri.(suarabanyuurip.com/ist)

Selain meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat, program tersebut diharapkan memberikan efek ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja keluarga. Juga peningkatan kontribusi sektor peternakan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Di sisi lain, peningkatan produksi telur juga diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pangan sumber protein bagi masyarakat. Keluarga penerima manfaat tidak hanya mendapatkan peluang usaha produktif, tetapi juga diharapkan lebih mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

“Untuk menjaga keberlanjutan program, kami laksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan peternakan dan kendala di lapangan,” beber Elfira.

Salah satu penerima manfaat Program Gayatri dari Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Marni mengaku, bantuan ayam petelur Gayatri membantu menambah penghasilan keluarganya.

Dia sebelumnya menerima sebanyak 54 ekor ayam petelur. Dari jumlah tersebut, produksi telur yang dihasilkan berkisar 40-45 butir per hari atau sekitar 2,5 kilogram.

Baca Juga :   Baru 115 Desa di Bojonegoro Realisasikan Gayatri

“Alhamdulillah, penjualan telur ayam Gayatri bisa untuk menambah penghasilan keluarga,” tutur warga desa ring satu lapangan Migas Banyu Urip, Blok Cepu, yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ini.

“Tahun ini saya dapat tambahan setengah paket, isi 27 ayam petelur untuk fokus produksi telur omega,” terangnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait