SPPG di Bojonegoro Mulai Gunakan Telur Gayatri

Gayatri
FOTO ILUSTRASI : Kegiatan dapur SPPG di Bojonegoro, telah menyerap produksi telur Gayatri dan lokal.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai menggunakan telur hasil peternakan program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri).

Selain itu, SPPG di wilayah tersebut juga mengoptimalkan suplai telur dari peternak lokal. Sinergi strategis dari program nasional, dan program besutan Bupati dan Wabup, Setyo Wahono dan Nurul Azizah, tersebut kini menjadi kolaburasi strategis di Bumi Malawapati.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Bojonegoro, Tommy Mandala Putra, membenarkan, bahwa sejumlah SPPG telah menggunakan telur Gayatri, dan telur produksi peternak lokal.

“Iya, Pak, beberapa SPPG sudah menggunakan telur Gayatri dan lokal,” kata Tommy Mandala Putra kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (13/10/2026).

Penggunaan telur dari peternak lokal tersebut sejalan dengan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mendorong penyerapan telur lokal untuk memenuhi kebutuhan program MBG. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN Nomor SE/01/06/V/2026 tentang Dukungan Penyerapan dan Peningkatan Frekuensi Menu Makan Bergizi Gratis Berbasis Telur.

Baca Juga :   Gayatri Dongkrak Produksi Telur Bojonegoro Jadi 5.444 Ton

Melalui surat edaran tertanggal 12 Mei 2026 tersebut, BGN mengarahkan agar pengadaan telur konsumsi memprioritaskan peternak atau pelaku usaha perunggasan lokal di sekitar wilayah operasional SPPG.

BGN juga mendorong peningkatan frekuensi menu berbasis telur dalam siklus menu mingguan SPPG. Terutama ketika terjadi surplus produksi dan pelemahan harga di tingkat peternak.

Selain itu SPPG diimbau membeli telur sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) yang berlaku, dan tidak melakukan pembelian di bawah harga acuan pemerintah. Kebijakan ini dinilai membuka peluang bagi peternak penerima manfaat program Gayatri untuk memperluas pasar, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha ayam petelur di Bojonegoro.

Walaupun membenarkan adanya SPPG yang telah menggunakan telur Gayatri dan telur peternak lokal, Tommy belum merinci SPPG mana saja yang telah melakukan penyerapan tersebut.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Elfira Nuraeni, menyebut, kebijakan BGN menjadi peluang bagi peternak Gayatri untuk memperluas pemasaran hasil produksi.

Program Gayatri sendiri menyasar 5.400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Produksi telur dari program tersebut diproyeksikan mencapai 216.950 butir per hari atau setara 12.761 kilogram, dengan nilai produksi sekitar Rp306,26 juta per hari.

Baca Juga :   Panen Raya di Tuban, Prabowo Apresiasi Peran Polri Wujudkan Ketahanan Pangan

Dari sisi ekonomi keluarga, setiap KPM berpotensi memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp20.000 hingga Rp25.000 per hari dari penjualan telur.

Produksi telur ayam di Bojonegoro juga diproyeksikan meningkat dari 2.318 ton menjadi 5.444 ton atau bertambah sekitar 134 persen melalui program tersebut. (fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait