Unhan RI dan PPI Oxford Bahas Penguatan Sistem Pertahanan Nasional

Pertahanan nasional
Unhan RI dan PPI Oxford Bahas Penguatan Sistem Pertahanan Nasional.(ist/yudha)

SuaraBanyuurip.com — Program Doktoral Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) bersama Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Oxford, United Kingdom, menyelenggarakan International Doctoral Talk Series (IDTS) secara hybrid pada Minggu (25/10/2026).

‎Mengangkat tema “Arsitektur Sistem Pertahanan Negara Terintegrasi dalam Menghadapi Tekanan Geopolitik, Geoekonomi, dan Ancaman Nonmiliter”, forum ini membahas tiga isu strategis, yakni ekosistem inovasi dan transfer teknologi pertahanan, keamanan iklim dan kerentanan strategis, serta ketahanan kesehatan dan kesiapsiagaan medis militer.

‎Kegiatan menghadirkan enam narasumber lintas disiplin, yaitu Andi Fahrurrozi, Umar Hasbullah, Anita Puspitasari, Dr. Phil. Lazuardi P., Kris Adi Astra, dan Tina Kusumaningrum. Diskusi dimoderatori oleh Laksamana Pertama TNI Askari, P.S.C., S.I.Kom., M.Sc., M.A., dengan Satya Hangga Yudha Widya Putra, B.A. (Hons), M.Sc. sebagai Ketua Pelaksana IDTS.

‎Acara turut dihadiri perwakilan pimpinan Universitas Pertahanan RI, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London, Atase Perdagangan KBRI London, Ketua PPI Oxford, akademisi, mahasiswa doktoral, serta peserta dari berbagai latar belakang.

‎Dalam sambutannya, Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Unhan RI, Marsma TNI Dr. Samsul Bahari, menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan IDTS pertama di lingkungan Universitas Pertahanan RI.

Baca Juga :   Tenaga Ahli Menteri ESDM: Indonesia Harus Bisa Beralih dari Energi Fosil ke EBT

‎”Saya berharap forum ini dapat berkembang menjadi ruang diskusi akademik yang berkelanjutan sekaligus memperkuat jejaring internasional Unhan RI,” katanya.

‎Ketua Pelaksana IDTS, Satya Hangga Yudha Widya Putra, mengatakan, bahwa kerja sama antara Unhan RI dan PPI Oxford diharapkan menjadi titik awal bagi hubungan akademik yang semakin erat dengan komunitas akademik Oxford.

‎“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti pada satu forum diskusi, tetapi menjadi awal dari hubungan baik antara Unhan RI dan Oxford serta membuka peluang bagi berbagai kolaborasi lain ke depan, baik dalam bentuk penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, maupun kegiatan akademik lainnya,” ujarnya dalam surat elektronik yang diterima SuaraBanyuurip.com.

‎Sementara itu, Prof. Ir. Agus Mochamad Ramdhan, S.T., M.T., Ph.D. serta Ayu Siti Maryam selaku Atase di KBRI London menekankan pentingnya kolaborasi lintas universitas dan lintas negara dalam memperluas jejaring akademik, memperkuat pertukaran pengetahuan, serta menghasilkan kajian yang relevan dengan tantangan strategis global.

‎Diskusi IDTS menegaskan bahwa pertahanan nasional ke depan tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga membutuhkan kemandirian teknologi, ketahanan terhadap perubahan iklim dan bencana, kesiapan kesehatan, serta kolaborasi antara pemerintah, militer, akademisi, industri, dan masyarakat sipil.

Baca Juga :   Mantan Kades Trucuk Tersangka Dugaan Pidana Perpajakan Diserahkan ke Kejari Bojonegoro

‎Melalui IDTS, Universitas Pertahanan RI dan PPI Oxford mendorong penguatan jejaring akademik internasional serta membuka peluang kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan rekomendasi kebijakan yang relevan bagi kepentingan pertahanan dan ketahanan nasional Indonesia.

‎Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya membangun arsitektur pertahanan nasional yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika geopolitik, geoekonomi, serta ancaman nonmiliter yang semakin kompleks.(red)

‎

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait