Demi Pertumbuhan Produksi, KESDM Kunjungi Kilang Minyak Terbesar di Jateng

Kilang minyak cilacap
KUNKER KILANG MINYAK CILACAP : Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Migas, Satya Hangga Yudha Widya Putra, saat mengunjungi kilang minyak terbesar di Jateng.(ist/cindy)

SuaraBanyuurip.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melalui Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Migas, Satya Hangga Yudha Widya Putra, melakukan kunjungan kerja ke Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis, 8 Januari 2026.

‎Di mana RU ini merupakan salah satu kilang minyak terbesar dan paling strategis di Indonesia yang dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).

‎Dalam kunjungannya, Hangga, sapaan akrabnya, menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut bagian dari upaya pemerintah untuk meninjau secara langsung kondisi kilang, tantangan operasional yang dihadapi, serta potensi pengembangan dan revitalisasi kilang dalam rangka mendukung program hilirisasi energi nasional.

‎Saat ini, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Hilirisasi yang menaungi 18 proyek strategis guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing nasional.

‎“Refinery Unit atau kilang memiliki peran yang sangat penting dalam proses hilirisasi. Selama ini Indonesia mengekspor bahan mentah, kemudian diolah di luar negeri dan diimpor kembali, sehingga nilai tambahnya justru dinikmati oleh negara lain. Melalui penguatan kilang, nilai tambah tersebut dapat dimaksimalkan di dalam negeri,” ujar Hangga dalam keterangan tertulis diterima SuaraBanyuurip.com, Jumat (09/01/2026).

‎Ia juga mengakui, bahwa sebagian besar kilang di Indonesia, termasuk RU IV Cilacap, telah berusia cukup lama sehingga membutuhkan peningkatan kapasitas dan revitalisasi. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan bertahap maupun pendekatan proyek kilang minyak modular.

‎”Pemerintah, melalui KESDM, berkomitmen untuk menyelaraskan kebijakan dan regulasi dengan kondisi di lapangan agar pengembangan kilang dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.

‎Selain itu, Hangga, menyoroti sejumlah isu strategis di sektor energi, antara lain ketepatan sasaran subsidi BBM dan LPG, suplai LPG & BBM, serta pentingnya sosialisasi kepada masyarakat terkait kualitas BBM Pertamina. Ia menekankan perlunya pemahaman publik mengenai penggunaan etanol sebagai peningkat RON yang aman dan ramah lingkungan. Menurutnya, berbagai isu tersebut perlu ditangani secara kolaboratif agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap sektor energi nasional.

‎Dalam konteks ketahanan energi, pemerintah menargetkan lifting minyak bumi pada tahun 2026 sebesar 610 ribu barel per hari. Target ini menjadi tantangan tersendiri mengingat adanya berbagai kendala teknis, termasuk keterbatasan infrastruktur pipa dan pasokan gas.

‎”Oleh karena itu, sejumlah program strategis terus didorong, seperti implementasi B40 dan B50, optimalisasi produksi dalam negeri, serta pengurangan impor BBM,” ucapnya.

‎Pada kesempatan yang sama, manajemen RU IV Cilacap memaparkan profil dan perjalanan pengembangan kilang sejak mulai beroperasi pada tahun 1974 hingga saat ini. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 348 ribu barel per hari, RU IV Cilacap merupakan kilang dengan kapasitas terbesar kedua di Indonesia serta memiliki fleksibilitas tinggi dalam mengolah berbagai jenis crude oil.

‎RU IV Cilacap memasok 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa dan menyumbang lebih dari 30% total kapasitas kilang nasional. RU IV Cilacap menghasilkan BBM, Avtur, Petrokimia, Bahan Bakar Khusus seperti Pertamax, dan Lube Base Oil. RU IV juga merupakan pionir produksi pertalite dan Sustainable Aviation Fuel (SAF).

‎Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan peninjauan langsung ke area kilang untuk melihat fasilitas operasional serta mendalami berbagai tantangan teknis di lapangan. Hasil kunjungan ini menjadi bahan evaluasi sebagai dasar perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Kementerian ESDM berharap kunjungan ini dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan Pertamina Group dalam mendukung hilirisasi, ketahanan energi nasional, serta transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.(red)

Pos terkait