SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Anak perusahaan raksasa migas ExxonMobil, Mobil Cepu Limited (MCL) mengaku lebih fokus pada mega proyek Lapangan minyak Banyuurip ketimbang sumur yang tercakup di wilayah Blok Cepu lainnya. Suatu misal, sumur Alas Tua East (ATE) di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang masih tahap eksplorasi.
“Namun saat ini kita sedang fokus dulu di proyek Banyuurip,” ucap Field Public and Government Affairs Manager MCL Rexy Mawardijaya kepada suarabanyuurip.
Menurut dia, jangka waktu produksi puncak minyak Blok Cepu menuju 165 ribu barel per hari (bph) boleh dikatakan sudah tidak lama lagi.
“Kalau dipikir-pikir tidak terasa tahun 2014 sebentar lagi,” kata dia.
Tidak hanya itu, anak perusahaan raksasa migas Amerika Serikat (AS) itu juga mendapat dead line (batas waktu) dari pemerintah melaui Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (migas) BP-Migas untuk segera onstream (tepat waktu) pada tahun 2014 nanti.
Hasil dari produksi puncak Blok Cepu diharapkan pemerintah untuk menstabilkan kebutuhan energi minyak nasional dalam jumlah 1 juta bph. Sebelumnya, MCL akan melakukan pengeboran pada 16 sumur dari total 49 sumur minyak yang ada di Lapangan Banyuurip. Proses pengeboran satu sumur minyak, diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan.
Dengan kondisi itu, akhirnya pemerintah menyerahkan pengelolaan sumur gas Jambaran yang sebelumnya masuk wilayah kerja pertambangan (WKP) MCL ke Pertamina EP Cepu (PEPC). Sumur gas jambaran yang terletak di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem itu akan diunitisasi dengan sumur gas Tiung Biru (TBR) karena berada satu lamparan. (r oz/suko)




