SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Semburan lumpur yang diduga berasal dari Sumur D67 Wonocolo di Dusun Sendangilo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (17/11/2013) sekira pukul 09.00 wib kemarin, mulai reda.Â
Belum diketahui secara pasti penyebab semburan lumpur bercampur air, pasir dan minyak dari sumur minyak tua yang ditambang masyarakat secara tradisional tersebut.
Informasi yang diperoleh menyebut, semburan lumpur dan gas itu akibat sumur terjadi blowup. Akibatnya lumpur bercampur air menyembur hingga ketinggian mencapai sekira 15 meter. Namun semburan itu telah berkurang setelah Pertamina dengan cepat melakukan penutupan sumur.
“Untuk sumur yang kemarin nyembur sudah tidak nyembur lagi, Mas, dan sekarang masih ditutup sambil buat alat plendes,” kata Ketua Koperasi Unit Desa Sumber Pangan (KUD SP), Sugeng, Senin (18/11/2013).
Dia mejelaskan, dalam insiden itu tidak ada korban jiwa. Baik berat maupun ringan. Karena yang disemburkan tidak mengandung racun yang berbahaya.
“Semburannya tidak ada lagi gas, Mas. Karena, kemarin sudah dicek sama Pertamina, dan yang keluar itu adalah lumpur pasir. Sedangkan air minyaknya tidak begitu ada,” ujar Sugeng, menjelaskan.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Kedewan, Moh Tarom, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, Mas. Tapi, sekarang keadaan sudah reda, dan setiap 15 menit baru nyembur,” sambung Moh Tarom melalui pesan pendek yang dikirim kepada suarabanyuurip.com.
Sementara itu, Legal dan Relations Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Asset 4, Arya Dwi Paramita, belum bisa menjelaskan penyebab semburan lumpur itu karena masih menunggu laporan tim yang berada dilapangan.
“Kami masih menunggu konfirmasi pemeriksaan di lapangan, Mas. Nanti, jika sudah dapat konfirmasinya saya sampaikan updatenya,” janji Arya. (sam)





