Sumur Tinggalan Belanda Keluarkan Bau Busuk

gas di pojok

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Masyarakat Desa Pojok, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro,Jawa Timur, mengeluhkan munculnya bau gas menyengat dari kawasan persawahan yang sering muncul saat pagi dan sore hari.

Bau gas menyengat itu muncul di belakang rumah, Suwilah (48), warga RT 03 RW 02, Desa Pojok. Bau busuk menyengat yang berasal dari persawahan di belakang rumahnya itu mulai muncul sejak sebulan terakhir.

“Bau gas itu membuat kepala pusing,” ujar Suwilah, Senin (24/2/2014).

Suwilah menjelaskan, di lokasi munculnya bau gas itu dulu pada masa Belanda pernah dilakukan pengeboran gas. Bahkan, masih ada lima bekas sumur tua yang ditutup dengan penutup dari lempengan besi. Namun, lempengan besi penutup sumur itu sudah berkarat.

“Mungkin lempengan besi penutup sumur itu bocor sehingga keluar bau gas menyengat itu,” ujar Suwilah yang sudah puluhan tahun tinggal di lokasi itu.

Menurutnya, munculnya bau gas menyengat itu sudah dilaporkan pada pihak desa setempat. Bahkan sempat diperiksa oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga :   Warga Mojodelik Keracunan Bau Busuk

“Pernah diperiksa sama orang pemerintah, tapi tidak tahu kelanjutannya bagaimana,” tukasnya.

Pantauan di lapangan, bau gas alam itu muncul dari tengah sawah milik Warso, warga setempat. Bau menyeruak diantara tanaman padi yang mulai menguning. Diperkirakan bau keluar dari retakan tanah bahkan muncul gelembung gelembung air di areal persawahan.

Jarak rumah warga dengan lokasi munculnya bau gas hanya sekitar 10 meter sampai 15 meter. Rumah warga yang paling dekat dengan lokasi bau gas yakni rumah Suwilah, Kasiyem, Warso, dan Sumiran. Bau gas alam itu berada di belakang rumah rumah warga yang berdinding kayu dan sesek (anyaman bambu) tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan BLH Kabupaten Bojonegoro, Sutanto, mengatakan, di lokasi munculnya bau gas menyengat itu berasal dari lima titik sumur bekas pengeboran gas masa Belanda.

“Diduga bau gas menyengat itu muncul dari sumur tua bekas pengeboran masa Belanda,” ujarnya.

Meski begitu, pihak BLH memastikan munculnya bau gas menyengat itu tidak membahayakan bagi warga sekitar. Bau menyengat itu berasal dari gas alam yang tersimpan di perut bumi.

Baca Juga :   DLH Belum Cek Kebocoran Gas Pad A Sukowati

Dia jelaskan, gas alam tersebut sama seperti  di Desa Nguken, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Namun, warga Desa Nguken mampu memanfaatkan potensi gas alam itu untuk keperluan bahan bakar seperti elpiji. Mereka menyalurkan gas alam itu melalui pipa lalu disambungkan ke tungku perapian.

“Kami akan perbaiki tutup sumur-sumur tersebut agar tidak bau gas lagi,”imbuhnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *