Desa Penghasil Migas Belum Diperhatikan

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Pemkab Tuban, Jawa Timur mengakui hingga saat ini belum ada perhatian yang lebih terhadap desa penghasil minyak dan gas bumi (Migas) di wilayahnya.

Perhatian yang dimaksud, adalah pemberian Alokasi Dana Desa (ADD) yang lebih dibandingkan desa-desa lain yang bukan desa penghasil.

Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban, Teguh Setyobudi, melalui ponselnya mengatakan kepada Suarabanyuurip.com, bahwasanya jumlah keseluruhan ADD di Kabupaten Tuban sebesar Rp20 miliar. Dari jumlah tersebut sebanyak 60 persen dibagikan rata kepada semua desa yang ada di Tuban.

Sementara sisanya sebesar 40 persen dibagikan berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk miskin, maupun sarana dan prasarana yang ada di masing-masing desa.

“Jadi benar kalau memang belum ada ADD khusus yang diberikan kepada desa penghasil Migas,” kata Teguh Setyobudi, Senin (24/3/2014).

Teguh mencontohkan, sejumlah desa yang selama ini menjadi penghasil migas yaitu berada di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, dan sejumlah desa lain yang berada di kecamatan di luar Soko. Daerah tersebut belum mendapatkan alokasi anggaran lebih dikarenakan memang belum ada anggaran khusus.

Baca Juga :   PPSDM Migas Gelar Pelatihan Teknik Instrumentasi dan Kalibrasi bersama Medco

“Karena memang belum ada anggaran khusus,” jelas Teguh mengatakan.

Sebelumnya, aktivis dari Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jatim, Miftahul Huda, membandingkan kondisi desa penghasil migas yang ada di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro. Kalau di Kabupaten Bojonegoro desa penghasil migas mendapatkan ADD proporsional, dikarenakan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas hanya sampai di tingkat kabupaten saja. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *