SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung rencana pembangunan jalur lingkar selatan yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur. Karena jalur lingkar atau ring road itu dapat mengurai kemacetan, terlebih adanya pengembangan industry migas yang diikuti oleh puluhan industri ikutan lainnya.
“Kami mendukung sekali akan rencana itu,“ kata Kepala Bidang Keselamatan Transportasi Darat Kemenhub, Gede Pasek Swardika saat melakukan penilaian pengelolaan transportasi darat di Bojonegoro, beberapa hari kemarin.
Sementara itu, Kepala Dinas perhubungan Bojonegoro, Iskandar menyampaikan, rencana pembangunan Bojonegoro Outer Ringroad sepanjang 19 kilo meter di jalur selatan akan  membebaskan lahan di tiga kecamatan mulai Kapas hingga Kalitidu. Lahan yang akan dibebaskan selebar dua meter untuk kanan kiri jalan.
“Outer Ringoad itu akan menggunakan jalur jalan jaman kerajaan Rajekwesi yang melewati sejumlah desa di Desa Kedaton, Tanjungharjo, Tapelan, dan Bangilan (Kapas), serta di Desa Ngumpakdalem dan Desa Ngujo (Kalitidu),†ujar Iskandar, menerangkan.
Meskipun begitu, belum ada perkiraan ledakan jumlah kendaraan jelang pengambangan migas di Bojonegoro, baik kendaraan pribadi, perusahaan migas, maupun kendaraan proyek lainnya. Kenaikan jumlah kendaraan signifikan meski belum menimbulkan kemacetan fatal.
“Datanya saya lupa, tapi yang jelas ada kenaikan jumlah kendaraan,†pungkasnya.(rien)



