SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Pembangunan jalan lingkar selatan atau ring road di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kian mendesak. Musababnya, kepadatan arus lalu lintas hingga menyebabkan kemacetan makin terlihat parah di dua titik pada kabupaten penghasil minyak dan gas bumi (migas) ini.
Jalur lingkar selatan diyakini sebagai jalan keluar jangka panjang untuk mengatasi penumpukan arus lalu lintas terutama di dalam kota.
Di Bojonegoro sendiri, kemacetan acap terjadi di dua ruas jalan utama. Yaitu di Jalan Panglima Polim dan Jalan Monginsidi. Kepadatan arus lalu lintas utamannya terjadi pada waktu berangkat dan pulang anak-anak sekolah. Belum lagi diperparah dengan adanya antrean panjang di sepanjang bidang perlintasan kereta api kala penutupan palang pintu.
Salah satu warga Desa Sukorejo, Agus menilai, bahwa ratusan pengendara terutama roda dua dari kalangan pelajar, sering menumpuk terpusat di bidang perlintasan simpang tiga Jalan Gajah Mada. Apalagi ditambah dengan banyaknya kendaran besar yang melintas di area ini.
“Sebagai warga kami berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bisa segera mewujudkan ring road, biar ndak macet parah tiap pagi, siang, dan sore, saya kira ini sudah mendesak,” ungkap pemilik usaha katering ini.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Aan Syahbana, membenarkan kondisi yang terjadi. Untuk itu ia mengupayakan beberapa tindakan.
Diantaranya, ia telah menyiagakan personel di beberapa titik rawan kemacetan. Termasuk di perlintasan kereta api baik di Jalan Monginsidi maupun Jalan Panglima Polim.
“Memang kemacetan paling parah terjadi saat jam berangkat dan pulang sekolah. Kami sudah menempatkan petugas, tapi itu yang baru bisa kami upayakan,” kata Aan Syahbana kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (19/7/2025).

Kabar tentang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, berencana membangun ring road atau jalan lingkar untuk mengurangi kepadataan kendaraan di wilayah perkotaan ini santer terdengar sudah sejak lima tahun lalu, sekitar 2020 silam.
Rencana tersebut mendapat dukungan pemerintah desa di sepanjang jalur ring road karena akan membuka akses perekonomian warga. Namun ihwal warta itu hingga kini belum ada lagi infotmasi terbaru.
“Desa-desa di sepanjang jalur akan lebih hidup, tidak terisolir,” ujar Kasi Perencanaan Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Syamsul Arifin, Senin (31/8/2020) silam.
Pembangunan ring road rencananya menggunakan jalur wilayah selatan yakni Ngujo, Kecamatan Kalitidu hingga Proliman, Kecamatan Kapas, sepanjang sekitar 23 kilo meter (Km).
Ring road akan menggunakan jalan Rajekwesi melewati sejumlah desa di beberapa kecamatan. Yakni Desa Ngujo Kecamatan Kalitidu, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander; serta Desa Bangilan, Tapelan, Tanjungharjo, Kedaton (proliman), semuanya masuk Kecamatan Kapas.
Di Desa Ngujo dan Proliman nantinya dibangun jalan layang di atas rel kereta api sebagai pintu masuk dan keluar kendaraan besar dari arah barat dan timur.
“Ini akan membuka peluang usaha bagi warga di sepanjang jalur ring road. Mereka bisa mendirikan warung mamin atau membuka jasa lainnya karena banyak kendaraan yang akan melintas,” tuturnya.
Jalan ring road akan dibangun selebar 8 meter dengan trotoar di kanan dan kiri jalan. Sehingga total lebarnya 16 meter. Sehingga akan dilakukan pembebasan lahan.
“Kami berharap sebelum itu dilaksanakan ada sosialisasi kepada warga di sepanjang jalur. Karena akan ada lahan warga yang akan dibebaskan,” sambung Kepala Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Suyono dikonfirmasi terpisah.
Menurut Suyono, sosialisasi perlu dilakukan untuk meminimalisir gejolak sosial di masyarakat. Selain itu, agar warga di sepanjang jalur ring road mengetahui pembangunan yang akan dilaksanakan.
“Karena selama ini yang menjadi tatapan warga adalah kepala desa. Seperti pembangunan jalan beton kemarin ada tanah warga yang terkena, mereka mengadu ke kami,” ungkapnya.
Suyono optimis jika pembangunan ring road akan mempercepat peningkatan ekonomi warga di sepanjang jalur ring road.
“Kami sangat mendukung. Semoga bisa segera direalisasikan,” ucapnya.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, saat itu dijabat oleh Mokhamad Anwar Mukhtadlo menyampaikan, pembangunan jalan lingkar sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bojonegoro 2018-2023.
“Tahun depan akan dianggarkan study kelayakan di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang. Karena super prioritas kita untuk tahun 2018 – 2021 adalah pembangunan jalan kabupaten,” jelasnya kala itu.(fin)


