Pengapalan Minyak Banyu Urip Blok Cepu Berjalan Tujuh Kali

FSO Gagak Rimang di perairan laut Palang Tuban, Jatim, menampung minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, sebelum dikapalkan.

SuaraBanyuurip.com -Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Sejak lifting perdana pada April 2015 lalu, pengiriman minyak mentah dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu sudah dilakukan sebanyak tujuh kali. Pengiriman melalui kapal FSO Gagak Rimang.

“Tahun ini sudah tujuh kali pengkapalan,” kata Direktur Utama PT. Asri Dharma Sejahtera (ADS), Ganesa Asykari kepada Suarabanyuurip.com.

Dia mengungkapkan pengkapalan terhitung mulai bulan April, Mei, Juli, Agustus, September, Oktober, November. Dalam sebulan pengkapalan dilakukan satu kali. Namun jika produksi puncak sudah terealisasi, pengkapalan bisa lebih dari satu kali. Menurutnya, penjualan minyak ini telah sesuai dengan porsi yang disepakati.

Berapa jumlah pengirimannya, Ganesa mengungkapkan produksi minyak Lapangan Banyuurip saat ini sebesar 82.000 barel per hari (bph). Dari jumlah tersebut di kelola PT. Tri Wahana Universal (TWU) sebanyak 16.000 barel, Pertamina di Mudi 16.000 barel. Kemudian sisanya di Pertamina Integrated Supply Chain (ISC), EMCL, dan BKS.

“Berapa jatah ADS, kita ikut BKS. Kalau EMCL di export dan sisanya bagian pemerintah melalui Pertamina ISC,” imbuhnya.

Baca Juga :   Produksi Minyak Blok Cepu Lampaui Target APBN 2020

Dia menambahkan, harga jual minyak dari Lapangan Banyuurip bervariatif dan menyesuaikan harga minyak dunia. Dia mencontohkan, pada pengkapalan bulan April, harga lifting minyak masih tembus di angka USD 52,15 per barrel. Namun dua bulan belakangan harga minyak cenderung menurun. Untuk September harganya USD 41,34 dan oktober USD 43 23.

“Harga minyak yang nentuin pemerintah melalui kementerian ESDM,” tandasnya. (Roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *